PONTIANAK POST – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Namun, ia menegaskan pelaksanaan di lapangan harus diawasi ketat, terutama terkait standar operasional dapur penyedia makanan. Ini juga sebagai bentuk pengawasan lantaran banyaknya dapur-dapur MBG di Kalbar ditutup terkait persoalan teknisnya.
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, serta pembentukan peraturan daerah yang juga berkaitan dengan keberhasilan implementasi program nasional di daerah.
Baca Juga: Tidak Lagi Pukul Rata, Tim Khusus MBG Kini Mulai Berburu Siswa yang Benar-benar Kurang Gizi
“Kami sangat setuju dengan program MBG karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Tapi pelaksanaannya harus sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya.
Prabasa menyoroti sejumlah persoalan teknis yang muncul di lapangan, termasuk pengelolaan dapur dan limbah, seperti yang sempat terjadi di Kabupaten Mempawah. Ia menilai hal-hal teknis tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar.
“Kalau tidak memenuhi standar, lebih baik ditutup sementara sampai semua persyaratan dipenuhi. Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Kritik Anggaran Jumbo MBG: Makanan Terbuang, Rakyat Kurang Gizi Tak Kebagian
Ia juga mengingatkan pentingnya kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program. Mulai dari kebersihan, tingkat kematangan makanan, hingga pengolahan bahan pangan harus sesuai standar.
“Hal-hal seperti nasi tidak matang atau kualitas makanan yang kurang baik harus diantisipasi. Jangan sampai program bagus ini justru menimbulkan keluhan,” katanya.
Prabasa menilai, program MBG memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan teknis dan pengawasan di lapangan.
“Programnya sudah baik, tinggal bagaimana masalah di lapangan segera dituntaskan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair