PONTIANAK POST - Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Hindarsono menegaskan dinamika keamanan saat ini menuntut perubahan mendasar pada pola kepemimpinan di tubuh Polri. Menurutnya, tantangan yang semakin dinamis harus direspons dengan peningkatan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
“Kepemimpinan Polri kini dihadapkan pada tantangan yang sangat dinamis. Hal ini menuntut peningkatan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta integritas yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemimpin Polri masa kini dituntut mampu menjadi teladan sekaligus tetap berorientasi pada pelayanan publik di tengah ancaman dunia baru yang serba digital.
“Pemimpin Polri masa kini harus menjadi teladan, dan tetap berorientasi sepenuhnya pada pelayanan publik di tengah ancaman dunia baru yang serba digital,” tambahnya.
Hindarsono berharap penelitian tersebut tidak berhenti sebagai dokumen formal, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif bagi kebijakan Polri ke depan.
“Kami berharap penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategis, dan implementatif. Penting menjaga kualitas data serta kejujuran dalam pengumpulan informasi agar hasilnya benar-benar berkontribusi memperkuat kelembagaan Polri dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menyatakan dukungan penuh terhadap proses pengambilan data oleh tim peneliti.
“Kegiatan ini merupakan langkah krusial bagi organisasi. Melalui penelitian ini, kita membedah pola kepemimpinan yang paling efektif untuk mengelola keamanan di era baru,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil penelitian di wilayah hukum Polda Kalbar akan menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan strategis di Mabes Polri. (r/bar)
Editor : Hanif