PONTIANAK POST – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kalimantan Barat mulai memadati Tanah Suci seiring hampir rampungnya proses pemberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di tengah kelancaran keberangkatan, pemerintah mengingatkan jamaah untuk mewaspadai suhu ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 39 derajat Celsius.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kalbar, dari total 1.844 jamaah dan petugas, seluruhnya telah diberangkatkan menuju Embarkasi Batam sejak 4 Mei 2026 melalui Bandara Supadio Pontianak.
Kini, proses keberangkatan hanya menyisakan Kloter 17 dan Kloter 18 berangkat pada Jumat (8/5) dan dan Sabtu (9/5) hari ini Mei 2026.
Adapun Kloter 17 Kalbar akan memberangkatkan 441 jamaah dan petugas, sedangkan Kloter 18 sebagai kloter terakhir membawa 82 jamaah dari sejumlah kabupaten di Kalbar seperti Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, Kayong Utara, Mempawah, dan Sekadau.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, H. Kamaludin, mengatakan seluruh proses keberangkatan sejauh ini berjalan lancar dan tertib.
“Koordinasi dengan petugas embarkasi, maskapai, petugas kesehatan, dan panitia daerah terus dilakukan agar jamaah merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau jamaah menjaga kondisi fisik sejak sebelum keberangkatan hingga berada di Arab Saudi, mengingat cuaca di Makkah dan Madinah cukup panas.
Kurangi Aktivitas
Kementerian Haji dan Umrah RI mencatat suhu udara di dua kota suci tersebut saat ini berkisar 39 derajat Celsius. Jamaah diminta mengurangi aktivitas yang menguras tenaga, memperbanyak minum air putih, dan tidak memaksakan diri beribadah sunnah berlebihan.
Juru Bicara Kementerian Haji RI, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah bahkan melarang kegiatan ziarah atau tur kota sebelum fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai.
“Larangan ini sebagai langkah perlindungan agar jamaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna,” katanya.
Selain itu, jamaah juga diimbau segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Pengecekan kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia, terutama kalangan lansia menjadi sendiri perhatian khusus Petugas Penyelenggara Ibadah Haji.
Di hotel jamaah di kawasan Aziziyah, para petugas kesehatan haji rutin melakukan visit ke kamar-kamar jamaah haji lansia.
Mereka mengecek tensi hingga memantau tingkat kebugaran tiap jamaah. Termasuk yang memiliki catatan Kesehatan khusus.
“Rata-rata keluhan jemaah kebanyakan atau kasus yang paling banyak itu pasien jemaah mengalukan sakit batuk pilek, sakit menggorokan,” terang dr Mario Abdullah, Sp.An, anggota tim Kesehatan haji Indonesia di Aziziyah.
Dia menjelaskan, di klinik satelit yang ada di Aziziyah, pihaknya sudah bisa melayani pengobatan jamaah haji, termasuk memberi obat-obatan.
"Alhamdulillah obat-obatan sudah tersedia dan kami sudah bisa memberikan obat sesuai dengan indikasi,” lanjutnya.
Bila kondisi jamaah haji memerlukan penanganan lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia untuk dirujuk. “Kalau memang ada kasus yang lebih berat lagi, kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk pasiennya dirujuk mendapatkan pelayanan lebih banyak,” jelas Mario.
Sementara itu, anggota tim Kesehatan haji lainnya, dr Dessy Mizarti Zailirin, Sp.P memberikan tips bagi jamaah untuk menghadapi cuaca panas di Kota Makkah agar tidak tumbang.
“Suhunya lebih dari 43 derajat, jadi pasien lebih sering mengalami kulit kering, gatal-gatal sampai melepuh,” terangnya.
Untuk itu, dia menyarankan agar jamaah haji mengenakan masker saat berada di luar hotel. Masker dibasahi dengan air menggunakan spray, sehingga wajah tidak lembap.
Para jamaah juga diminta lebih sering minum meski dalam porsi sedikit. Juga mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi.
Tercatat, hingga 5 Mei 2026, pemerintah mencatat sebanyak 10 jamaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi. Sementara ratusan jamaah lainnya menjalani rawat jalan maupun perawatan di fasilitas kesehatan setempat. (Fiera/ant/jpc)
| Kloter | Lokasi Kedatangan | Waktu Tiba | Total Jemaah |
|---|---|---|---|
| BTH-14 | Madinah | 7 Mei 2026 | 02.30 WAS | 440 jemaah |
| BTH-15 | Jeddah | 7 Mei 2026 | 13.50 WAS | 441 jemaah |
| BTH-16 | Jeddah | 8 Mei 2026 | 12.30 WAS | 440 jemaah |
| BTH-18 | Jeddah | 9 Mei 2026 | 12.50 WAS | 82 jemaah |
Sumber: Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat
Editor : Aristono Edi Kiswantoro