Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Termuda Se-Indonesia: Aila Berangkat Haji di Usia 13 Tahun Bawa Doa untuk Ibunya, Edi Kamtono Kagum Ketulusan Hatinya

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:23 WIB
Aila Afifah berfoto bersama Edi Rusdi Kamtono dan istri sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci di Embarkasi Batam, Jumat (8/5). Aila berangkat haji di usia 13 tahun sambil membawa doa untuk almarhumah ibunya.
Aila Afifah berfoto bersama Edi Rusdi Kamtono dan istri sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci di Embarkasi Batam, Jumat (8/5). Aila berangkat haji di usia 13 tahun sambil membawa doa untuk almarhumah ibunya.

 

PONTIANAK POST – Di antara ribuan jemaah calon haji yang memadati Embarkasi Batam, Jumat (8/5) dini hari, sosok Aila Afifah tampak paling mencuri perhatian.

Bocah perempuan asal Pontianak itu tersenyum bahagia sambil menggenggam harapan besar yang telah lama dipendamnya: menatap langsung Ka’bah di Tanah Suci.

Di usia baru 13 tahun, Aila tercatat sebagai jemaah calon haji termuda di Indonesia pada musim haji 2026.

Namun, perjalanan spiritual siswi kelas VI SD Swasta LKIA Pontianak itu bukan sekadar tentang usia yang belia. Ia berangkat ke Mekkah membawa kerinduan mendalam dan doa khusus untuk almarhumah ibunya.

“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucap Aila lirih sebelum keberangkatan.

Kalimat sederhana itu membuat banyak orang tersentuh, termasuk Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Menurut Edi, ketulusan hati Aila menjadi pelajaran tentang bakti seorang anak kepada orang tua.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” ujarnya.

Aila berangkat melalui proses pelimpahan porsi haji dari sang ibu yang telah wafat.

Ayahnya, Ismail Umar, mengaku awalnya keluarga memperkirakan Aila baru dapat berangkat saat berusia 18 tahun.

Namun kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah membuka kesempatan bagi anak usia 12 tahun untuk menunaikan ibadah haji melalui pelimpahan ahli waris.

“Awalnya saya pikir harus menunggu usia 18 tahun. Setelah ada kebijakan baru, usia 12 tahun sudah diperbolehkan berangkat,” ungkap Ismail.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan keluarga. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari pengurusan paspor, pemeriksaan kesehatan, hingga latihan fisik.

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, Aila menjalani persiapan haji dengan disiplin.

Setiap pagi ia rutin berolahraga bersama ayahnya untuk melatih stamina menghadapi tawaf dan sa’i.

Ia juga mengikuti manasik haji, salat berjemaah, mendengarkan ceramah agama, hingga menonton tayangan tata cara ibadah haji.

Di saat bersamaan, Aila tetap harus menghadapi ujian akhir sekolah. Pihak SD Swasta LKIA Pontianak pun memberi perhatian khusus agar Aila tetap bisa menyelesaikan pendidikannya sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala sekolah, Rachmad, mengatakan pihak sekolah akhirnya memutuskan memberikan ujian lebih awal menggunakan soal cadangan setelah jadwal keberangkatan haji berbenturan dengan pelaksanaan ujian sekolah.

“Pelaksanaan ujian akhirnya dilakukan sebelum Aila berangkat,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pontianak, Muslimin, menjelaskan Aila merupakan jemaah yang sah menerima pelimpahan porsi dari ibunya.

“Tidak bisa digantikan orang lain. Bahkan ipar pun tidak bisa. Harus sesuai urutan ahli waris,” ujarnya.

Menurut Muslimin, Aila akan didampingi ayah dan tantenya dalam satu regu selama di Tanah Suci. Bahkan guru agamanya juga tergabung dalam kloter yang sama sehingga pendampingan terhadap Aila bisa lebih maksimal.

Pihak kementerian juga telah berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk memastikan Aila mendapatkan perhatian khusus selama menjalani ibadah.

“Usianya masih muda, tentu harus dibimbing dan didampingi. Sejauh ini tidak ada kendala, Aila juga sangat bersemangat,” katanya.

Bagi Pemerintah Kota Pontianak, keberangkatan Aila menjadi kebanggaan tersendiri.

Selain menjadi jemaah termuda Indonesia tahun ini, kisahnya juga menghadirkan sisi kemanusiaan yang menyentuh di tengah perjalanan ibadah haji.

Menurut Edi Kamtono, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.

Tahun ini, sebanyak 1.509 jemaah asal Kota Pontianak diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji.

Pemerintah Kota Pontianak bersama pemerintah pusat memastikan kesiapan para jemaah, mulai dari aspek kesehatan, fisik, mental, hingga spiritual.

Namun di antara ribuan jemaah itu, nama Aila Afifah menjadi kisah kecil yang paling menghangatkan hati: seorang anak perempuan yang berangkat ke Tanah Suci membawa cinta dan doa untuk ibunya. (iza)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#aila afifah #jemaah termuda #Haji 2026 #pontianak #tanah suci