Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tolak Tanding Ulang, DPRD Kalbar Usul Dua Sekolah Lolos LCC Empat Pilar MPR RI Nasional

Deniy Hamdani • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:42 WIB
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 seleksi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026 lalu. (YOUTUBE MPR RI)
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 seleksi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026 lalu. (YOUTUBE MPR RI)

 

 

PONTIANAK POST – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus bergulir.

Di tengah rencana tanding ulang final, DPRD Kalimantan Barat mengusulkan solusi kompromi agar SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas sama-sama diberangkatkan ke final nasional.

Usulan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur, dalam agenda diskusi santai di Aming Coffee, Pontianak, Kamis (14/5).

Menurutnya, solusi tersebut dinilai lebih menenangkan situasi dibanding menggelar ulang pertandingan yang sudah memicu polemik luas di masyarakat.

“Kami mengusulkan dua-duanya saja mewakili Kalimantan Barat, baik SMA 1 Sambas maupun SMA 1 Pontianak. Kita anggap dua-duanya juara,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Prabasa mengatakan polemik final LCC Empat Pilar dalam sepekan terakhir telah menjadi perhatian nasional setelah video perdebatan peserta dengan dewan juri viral di media sosial.

“Kita tahu baru kurang lebih seminggu ini Kalimantan Barat menjadi bahan pembicaraan secara nasional terkait lomba cerdas cermat Empat Pilar yang dilaksanakan oleh MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.

Menurutnya, kontroversi muncul akibat keputusan dewan juri dalam penilaian babak final yang kemudian memicu protes dari peserta maupun masyarakat.

“Nah, polemik ini disebabkan ada persoalan oleh dewan juri yang memberikan penilaian. Kalau kita melihat dari media yang beredar, cenderung sikap dewan juri dianggap agresif dan tidak mempertimbangkan protes dari siswa peserta lomba,” tuturnya.

MPR RI sebelumnya telah memutuskan final LCC Empat Pilar Kalbar akan diulang dengan menghadirkan kembali tiga tim finalis.

Keputusan itu disampaikan Sekretariat Jenderal MPR RI sebagai langkah evaluasi atas polemik penilaian yang terjadi. 

Prabasa mengungkapkan keputusan tanding ulang justru memunculkan polemik baru di tengah masyarakat dan berpotensi memberi tekanan psikologis kepada siswa.

“Menurut informasi, final ulang ini akan dilaksanakan tanggal 16 atau 17 Mei. Nah ini yang kemudian memunculkan polemik lagi,” ujarnya.

Menurut dia, para peserta telah menjalani proses panjang mulai dari belajar hingga persiapan mental sehingga pengulangan lomba bisa berdampak secara emosional.

“Kita tahu peserta ini anak-anak usia di bawah 16 tahun. Mereka sudah belajar, berdoa, mempersiapkan diri dengan serius. Kalau harus diulang lagi pasti ada trauma,” katanya.

Prabasa juga mengaku menerima informasi bahwa alumni dan pihak SMA Negeri 1 Pontianak menyatakan keberatan mengikuti tanding ulang dan mempersilakan SMA Negeri 1 Sambas tetap mewakili Kalimantan Barat.

“Saya tadi juga mendapat informasi dari alumni SMA 1 Pontianak bahwa kalau ini diulang mereka tidak bersedia mengikuti pertandingan selanjutnya dan mempersilakan SMA 1 Sambas mewakili Kalbar,” ujarnya.

Sebagai jalan tengah, DPRD Kalbar mendorong MPR RI memberikan diskresi khusus untuk Kalimantan Barat dengan mengirim dua sekolah sekaligus ke tingkat nasional.

“Kalau daerah lain satu perwakilan, untuk Kalbar ini diskresi saja dua sekolah. Jadi selesai polemik ini,” kata Prabasa.

Usulan tersebut dinilai memungkinkan karena final nasional LCC Empat Pilar MPR RI pada dasarnya merupakan forum edukasi kebangsaan, bukan kompetisi olahraga dengan sistem eliminasi ketat.

Dalam pedoman umum sosialisasi Empat Pilar MPR RI, tiap provinsi memang umumnya mengirim satu wakil juara tingkat daerah ke nasional. 

Ia menilai langkah tersebut lebih menyejukkan situasi dan dapat menjaga kondusivitas di tengah masyarakat Kalimantan Barat.

“Sekali lagi, saran kami kepada MPR RI yang melaksanakan kegiatan ini, berikan diskresi agar dua-duanya mengikuti final nasional mewakili Kalimantan Barat,” pungkasnya. (den)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#lcc empat pilar #tanding ulang #lolos #kalbar #dprd