PONTIANAK POST - Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) berupa edukasi persiapan laktasi dan manajemen ASI eksklusif bagi ibu hamil di TPMB Hermayanti, wilayah kerja UPT Puskesmas Saigon, Pontianak Timur, pada (16/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman ibu hamil dalam mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan guna mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim pengabdian masyarakat telah melakukan koordinasi dan persiapan bersama mitra pada 8 Mei 2026. Tahap persiapan dilakukan untuk membahas teknis pelaksanaan, sasaran kegiatan, media edukasi yang digunakan, serta dukungan sarana dan prasarana agar kegiatan berjalan optimal.
Baca Juga: Mengapa Menjaga Kesehatan Mental Penting di Tengah Tekanan Sosial yang Meningkat
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi masih rendahnya capaian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Saigon. Capaian ASI Eksklusif kurang dari 6 bulan tahun 2025 sebanyak 64.33 persen dan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan 34.22 persen.
Selain itu, wilayah kerja Puskesmas Saigon juga masih menghadapi berbagai permasalahan kesehatan lainnya, diantaranya terdapat empat kasus kematian neonatal dan sembilan kasus gizi buruk.
Kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi utama dalam mendukung program 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yaitu periode emas sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Pada periode ini, pemenuhan nutrisi yang optimal sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kualitas kesehatan anak di masa mendatang. Oleh karena itu, persiapan laktasi sejak masa kehamilan dinilai sangat penting untuk mencegah stunting, gizi buruk, dan berbagai masalah kesehatan pada bayi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan edukasi diikuti oleh sekitar 30 ibu hamil beserta keluarga dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Saigon. Materi yang diberikan meliputi pentingnya ASI eksklusif, persiapan laktasi sejak masa kehamilan, tanda kecukupan ASI, teknik dukungan keluarga terhadap ibu menyusui, hingga upaya meningkatkan produksi ASI.
Baca Juga: Pola Makan Alami Jadi Kunci Menjaga Lambung Tetap Sehat
Edukasi disampaikan menggunakan media digital flipbook berbasis online yang dilengkapi video demonstrasi sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Ketua pelaksana kegiatan, Lydia Febri Kurniatin, S,ST.,M.Keb., menyampaikan bahwa penggunaan media digital menjadi salah satu inovasi dalam pendidikan kesehatan ibu hamil. Berdasarkan hasil riset tim pengusul sebelumnya, media digital flipbook dinilai efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manajemen laktasi dan persiapan pemberian ASI eksklusif.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan konsultasi terkait berbagai kendala yang sering dihadapi selama proses menyusui. Tidak hanya berfokus pada ibu hamil, kegiatan ini juga melibatkan keluarga sebagai bagian dari pendekatan family-centered approach, mengingat dukungan keluarga dinilai sangat penting dalam keberhasilan ASI eksklusif.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian masyarakat berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi masa laktasi, meningkatkan cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Saigon, serta membantu mendukung keberhasilan program 1000 HPK dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Selain itu, media edukasi digital yang telah digunakan diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan dalam pelaksanaan kelas ibu hamil berikutnya.(iza/ser)
Editor : Hanif