Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kalbar Job Fair 2026 Diserbu Pencari Kerja, Targetkan Serap 6.220 Tenaga Kerja

Novantar Ramses Negara • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:14 WIB
Pencari kerja mengikuti wawawanca dalam Kalbar Job Fair di Auditorium Untan Kamis (21/5). (NOVANTAR RAMSES NEGARA/PONTIANAK POST) 
Pencari kerja mengikuti wawawanca dalam Kalbar Job Fair di Auditorium Untan Kamis (21/5). (NOVANTAR RAMSES NEGARA/PONTIANAK POST) 

PONTIANAK POST - Ribuan pencari kerja memadati Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak pada pembukaan Kalbar Job Fair dan layanan ketenagakerjaan 2026, Kamis (21/5).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalbar menggelar Kalbar Job Fair dan layanan ketenagakerjaan 2026 dengan menyediakan 2.795 lowongan pekerjaan dari 54 perusahaan.

Kepala Disnakertrans Kalbar Ahmad Priyono mengatakan, pelaksanaan Kalbar Job Fair 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Kalbar dengan Universitas Tanjungpura (Untan). Menurutnya, sinergi lintas sektor dibutuhkan karena persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja.

“Masalah ketenagakerjaan adalah masalah yang sangat kompleks sehingga satu instansi akan sangat berat apabila harus menanganinya sendirian,” kata Priyono di lokasi kegiatan, Auditorium Untan, Kamis (21/5).

Baca Juga: Sekda Ketapang Dorong Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Lewat Job Fair 2026 dan Gebyar Vokasi

Priyono menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja yang layak serta memperkuat layanan ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kalbar yang saat ini tercatat sebesar 4,57 persen berdasarkan data BPS Februari 2026.

Sejak dua bulan sebelum pembukaan, Disnakertrans Kalbar telah melakukan sosialisasi dan pendaftaran secara daring. Hingga sehari sebelum pelaksanaan, tercatat sekitar 1.400 pencari kerja telah mendaftar.

“Dari jumlah itu lebih dari 300 orang sudah diverifikasi perusahaan mitra untuk mengikuti tahap walk in interview. Bahkan sudah ada satu pencari kerja yang dinyatakan diterima bekerja,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Gencarkan Pelatihan Kerja dan Job Fair untuk Tekan Angka Pengangguran Daerah

Selain menyediakan ribuan lowongan, Kalbar Job Fair tahun ini juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dengan kuota 10 posisi. Menurut Ahmad, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan akses yang setara bagi seluruh masyarakat.

“Ini mudah-mudahan menjadi langkah awal kita memberikan hak yang sama bagi masyarakat Kalimantan Barat,” katanya.

Priyono menambahkan, dari kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 23 Mei 2026 itu, disiapkan juga berbagai layanan untuk masyarakat yang datang. Mulai dari informasi pasar kerja, pembuatan kartu pencari kerja, layanan informasi pelatihan, konsultasi ketenagakerjaan, hingga kegiatan pendukung seperti festival, lomba pelajar, UMKM, dan sosialisasi beasiswa luar negeri.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalbar, Y. Antonius Rawing, mengatakan pembangunan ketenagakerjaan memiliki peran strategis namun juga menghadapi tantangan yang kompleks.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah penduduk bekerja di Kalbar meningkat sebanyak 115.840 orang atau naik 4,15 persen dibanding tahun sebelumnya. Tiga sektor terbesar penyerap tenaga kerja masih didominasi pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 45,70 persen, perdagangan 12,45 persen, serta industri pengolahan 6,8 persen.

Meski demikian, tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan 0,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bupati Alex Resmikan Job Fair dan Gelar Karya SMK Negeri 1 Ketapang

“Perhatian khusus juga perlu diberikan terhadap pengangguran lulusan SMK yang mencapai 5,87 persen, sementara pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih mendominasi sebesar 41,65 persen,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah menekankan penguatan link and match antara dunia pendidikan dan industri melalui kurikulum berbasis kebutuhan pasar kerja, program magang, pelatihan kompetensi, serta sertifikasi tenaga kerja. Pada 2026, Pemprov Kalbar menargetkan penyerapan tenaga kerja mencapai 6.220 orang.

Di sisi lain, Rektor Untan Garuda Wiko menyatakan kegiatan tersebut menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan dan dunia kerja, tidak hanya bagi mahasiswa dan alumni Untan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kalbar.

“Kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi adalah kunci membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat di Kalimantan Barat,” ujarnya. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#kalbar job fair #pencari kerja #lowongan pekerjaan