PONTIANAK POST - Keuskupan Agung Pontianak resmi menjadi tuan rumah Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 yang berlangsung pada 26 hingga 31 Mei 2026.
Agenda nasional Gereja Katolik ini mengusung tema “Menjaga Suara dan Wajah Manusia” sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang melibatkan pegiat komunikasi, pewarta, dan insan Gereja Katolik dari berbagai Keuskupan di Indonesia.
Baca Juga: Resmi, BNI Bayar Lunas Rp28,25 Miliar Uang Milik Umat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara
Tema PKSN 2026 merujuk pada pesan Paus Leo XIV yang menekankan pentingnya menjaga martabat manusia, empati, dan relasi personal di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang refleksi bersama agar manusia tetap menjadi pusat dalam perkembangan teknologi.
“Dengan demikian, kehidupan dalam kebersamaan pada masa-masa mendatang sungguh lebih membahagiakan dan mensejahterakan kita semua, dalam berkat Tuhan mari kita berupaya agar PKSN kita laksanakan dengan baik seturut kehendaknya,” kata Mgr Samuel dalam keterangan resmi Tim Media PKSN XIII 2026.
Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, juga menyoroti pesatnya perkembangan AI yang dinilai mampu memengaruhi bahkan memanipulasi wajah manusia secara digital.
Baca Juga: Trump Mengomel Soal Paus Leo XIV, Tuding Pemimpin Katolik Punya Agenda Politik
“Kita harus ingat bahwa AI adalah alat bantu. Sekali lagi, alat bantu bagi manusia,” ujar Mgr Didik yang juga menjabat sebagai Uskup Surabaya.
Selama enam hari pelaksanaan, panitia menyiapkan empat pilar utama kegiatan. Pilar pertama adalah Aksi Kreativitas yang menjadi ruang ekspresi kreator melalui perlombaan dan pertunjukan komunikasi humanis.
Pilar kedua berupa seminar dan diskusi interaktif mengenai pemanfaatan teknologi digital dan AI secara bijak dalam pewartaan iman.
Selanjutnya, aktivitas literasi menjadi fokus ketiga melalui gerakan membaca, menulis, dan menyaring informasi demi membangun ruang digital sehat serta bebas hoaks.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Kunjungan Solidaritas Kemanusiaan sebagai bentuk aksi nyata menjumpai masyarakat yang membutuhkan dan menghadirkan komunikasi yang lebih tulus.
Baca Juga: Tiga Hari di Rumah Pelangi, CAFATIFA Untan Cetak Mahasiswa Tangguh Bermental Katolik di Alam Terbuka
Setiap akhir kegiatan harian juga akan diisi refleksi bersama guna mendalami pesan Paus Leo XIV agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekitar 200 peserta dari berbagai Keuskupan Agung dan Keuskupan Sufragan di Indonesia dijadwalkan hadir dalam kegiatan nasional tersebut. (*)
Editor : Budi Miank