PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar terus berjalan meski belum terdapat laporan operasi pemadaman terbaru. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar masih menyiagakan empat helikopter, dan satu pesawat untuk patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), maupun water bombing.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, seluruh armada udara tersebut tetap dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi karhutla di lapangan.
“Penanganan tetap berjalan. Saat ini ada empat helikopter dan satu pesawat Cessna yang masih standby operasional sambil menunggu perkembangan informasi cuaca,” ujarnya berdasarkan laporan per Senin (25/5).
Dalam laporan finalisasi arah operasi udara penanganan karhutla Kalbar, pesawat Cessna Grand Caravan 208B PK-NGT direncanakan standby arahan sambil menunggu perkembangan cuaca. Sementara dua helikopter patroli udara tetap melaksanakan pemantauan di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Terkini: Cabai Rawit Tembus Rp77 Ribu, Telur Ayam Ras Rp31,8 Ribu per Kg
Helikopter AS 350B3e Reg PK-DAP melakukan patroli udara di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Sambas. Sedangkan Helikopter Bell 206 Reg PK-FBI melakukan patroli di wilayah Kubu Raya, Sanggau dan Landak.
Adapun Helikopter Sikorsky UH-60A, dan Super Puma H225 disiagakan untuk operasi water bombing sambil menunggu hasil patroli udara, dan laporan dari satgas darat. BPBD Kalbar juga mengarahkan seluruh unit patroli udara, dan water bombing tetap standby serta mempercepat patroli udara guna memaksimalkan penanganan apabila ditemukan titik api.
“Selain operasi udara, satgas darat di masing-masing wilayah juga diminta tetap melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi munculnya kebakaran lahan baru,” ungkapnya.
Seperti diketahui, sampai saat ini, Pemprov Kalbar masih menetapkan status siaga darurat penanganan bencana asap akibat karhutla sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Status tersebut dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi di lapangan.
Selain tingkat provinsi, sejumlah kabupaten di Kalbar juga masih menetapkan status siaga darurat karhutla, di antaranya Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara dan Melawi. Bahkan Kabupaten Sambas telah memperpanjang status siaga darurat hingga 20 Juni 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi karhutla yang masih mengancam saat memasuki musim kemarau.(bar)
Editor : Hanif