Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dekranasda Kalbar Fokus Tingkatkan Daya Saing Produk Kerajinan Lokal Mendunia

Hanif • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:24 WIB
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, didampingi Ketua Dekranasda Kalbar, Erlina Ria Norsan mengamati produk kerajinan lokal yang dipamerkan.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, didampingi Ketua Dekranasda Kalbar, Erlina Ria Norsan mengamati produk kerajinan lokal yang dipamerkan.

PONTIANAK POST - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, pada 2–3 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan program kerja Dekranasda tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan kebijakan Dekranas Pusat serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Barat 2025–2029.

Rakerda mengusung tema “Cipta Kria Kalimantan Barat, Pengrajin Berdaya, Produk Mendunia” dan diikuti 119 peserta yang terdiri atas pengurus Dekranasda kabupaten/kota, pengurus provinsi, instansi vertikal, serta perangkat daerah terkait.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Erlina Ria Norsan dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kemandirian pengurus di daerah. Sejumlah fokus utama yang menjadi perhatian antara lain penguatan pendataan pengrajin, peningkatan kualitas kemasan dan promosi digital, perluasan akses pasar melalui penguatan fungsi galeri daerah, serta regenerasi pengrajin muda melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.

“Kita harus menjadi wadah pembinaan, promosi, dan inovasi bagi para pelaku usaha kerajinan. Mari kita bangun sinergi dan satukan komitmen untuk menghasilkan program kerja yang nyata, terarah, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Erlina Lantik Abdul Malik sebagai Sekda Definitif Kabupaten Mempawah

Ia juga menegaskan agar setiap daerah lebih mengutamakan promosi produk unggulan khas wilayah masing-masing dan tidak bergantung pada produk dari daerah lain.

Sementara itu, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, selaku Dewan Pembina Dekranasda Provinsi Kalbar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda tersebut. Menurutnya, promosi dan pengemasan produk masih menjadi dua aspek yang perlu mendapat perhatian serius.

Gubernur menyatakan dukungannya agar produk-produk unggulan Kalbar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah Provinsi Kalbar, katanya, siap memfasilitasi promosi di tingkat pusat, salah satunya melalui pemanfaatan anjungan Kalbar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai etalase produk daerah.

“Kita harus bangga dengan kerajinan kita sendiri. Masalah kita adalah kurang promosi dan pengemasan yang kurang menarik. Jika pengemasan bagus, orang akan lebih tertarik,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur mendorong para pelaku usaha memanfaatkan akses permodalan melalui perbankan, termasuk Bank Kalbar. Ia juga meminta para bupati dan wali kota memberikan dukungan penuh terhadap program dan kegiatan Dekranasda di wilayah masing-masing.

Baca Juga: SAR Pontianak Soroti Tingginya Kecelakaan Nelayan, 10 Kasus Darurat Hanya pada Mei 2026

Melalui sidang-sidang komisi yang digelar selama Rakerda, kegiatan ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi kreatif serta industri kerajinan berbasis kearifan lokal di Kalbar. (*)

Editor : Hanif
#promosi digital #produk lokal #daya saing #Dekranasda Kalbar #pengrajin