PONTIANAK POST – Sebanyak 439 jemaah haji Kalimantan Barat dan 4 petugas kloter yang tergabung dalam Kloter 14 tiba di Pontianak, pada Rabu (17/6/2026). Jemaah kloter pertama Kalbar ini berasal dari Singkawang, Pontianak, Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Landak.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar, Kamaludin mengatakan ada satu jemaah haji asal Kota Pontianak terpaksa ditunda kepulangannya karena sakit.
Jemaah perempuan yang tergabung dalam rombongan 6, regu 23 itu masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros, Batam. Nantinya, kepulangannya akan digabung dengan kloter berikutnya setelah dinyatakan layak terbang oleh dokter.
Baca Juga: Gubernur Sambut Kepulangan Rombongan Pertama Jemaah Haji Kalbar
Di hari yang sama, jemaah kloter 15 tiba di Batam pada pukul 15.15 WIB. Kamaludin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, semua jemaah kloter ini pulang ke tanah air. Tidak ada yang tunda pulang karena sakit.
"Info terakhir kloter 15 pulang semua," ungkapnya, Rabu (17/6).
Debarkasi akan melayani pemeriksaan kesehatan bagi jemaah yang membutuhkan perawatan. "Pemeriksaan kesehatan di Debarkasi, itu pun bagi jemaah yang perlu perawatan," ujarnya.
Selain itu, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak juga menyiapkan thermo scannner untuk memindai suhu badan jemaah saat tiba di Asrama Haji Transit Pontianak. Alat ini banyak digunakan sebagai langkah skrining awal kondisi kesehatan jemaah.
Baca Juga: Update Haji Kalbar 2026: Tiga JCH Dipastikan Gagal Berangkat, Satu Jemaah Masih Ditunda
"Biaya perawatan Kesehatan yang dibiayai Kemenhaj sejak di Embarkasi ketika berangkat dan kepulangan sampai di debarkasi. Ketika sampai di Pontianak, jemaah haji yang sakit dapat menggunakan BPJS, karena kepemilikan BPJS menjadi syarat bagi calon jemaah haji," jelasnya.
Proses pemulangan jemaah haji Kalbar ke Pontianak dimulai dari 17 hingga 21 Juni 2026. Kamaludin mengimbau keluarga jemaah untuk memperhatikan jadwal pemulangan sesuai kloter dan daerah masing-masing demi kelancaran proses penyambutan.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pemulangan jemaah haji, khususnya Pemerintah Daerah, TNI/Polri, petugas haji, instansi terkait, keluarga penjemput, serta masyarakat Kalimantan Barat yang telah memberikan akses, dukungan, dan menjaga ketertiban selama proses penjemputan berlangsung sehingga berjalan aman, tertib, dan lancar," ujarnya.
Kedatangan jemaah Bandara Internasional Supadio disambut hangat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kalimantan Barat di pintu keluar pesawat Lion Air.
Sebagai bentuk pelayanan yang humanis dan responsif, PPIHD Kalbar telah menyiapkan armada Bus Damri untuk mengantar jemaah menuju Asrama Haji Pontianak. Sementara itu, jemaah yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi kesehatan mendapatkan layanan ambulans yang telah disiapkan panitia.
Jemaah asal Sambas, Sanggau, Landak, dan Bengkayang dijadwalkan bermalam di Asrama Haji Pontianak sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing. Usai mengikuti acara penyambutan, jemaah dari Singkawang kembali melanjutkan perjalanan ke kota asal menggunakan bus Damri. Ada pun jemaah asal Pontianak langsung dijemput keluarga pulang ke rumah masing-masing. (mrd)
Editor : Miftahul Khair