PONTIANAK POST - Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat karakter, dan membangun jejaring sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Ajakan tersebut disampaikan Harisson saat menghadiri Sharing Session bertema Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemitraan antara Kementerian Dalam Negeri di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (24/6).
Harisson menegaskan generasi muda harus mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi perubahan dan tantangan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Sekda Harisson Dorong ASN Kalbar Adaptif dan Berintegritas Hadapi Birokrasi Modern
“Anak-anak muda harus terus meningkatkan kompetensi. Persiapkan diri sejak sekarang agar mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi juga menjadi faktor penting.
Selain itu, Harisson menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini. Menurutnya, relasi yang luas dapat menjadi modal untuk memperkaya wawasan sekaligus membuka berbagai peluang pengembangan diri.
“Mulailah membangun relasi yang luas, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. Jaringan yang baik akan membuka peluang dan memperkaya pengalaman,” katanya.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80: Tabur Bunga Menjadi Cermin Pengabdian Tanpa Henti
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berintegritas, serta siap mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi tantangan masa depan melalui transfer pengetahuan, pengalaman, dan wawasan kebangsaan.
Direktur IPDN, Maris Gunawan Rukmana menyampaikan kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara Kemendagri dan Komisi II DPR RI dalam membangun kapasitas generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian. Maris berharap semangat dan antusiasme para peserta dapat menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi penerus yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(bar/r)
Editor : Hanif