PONTIANAK – Semangat menyukseskan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mulai digaungkan. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalbar, Selasa (30/6), resmi melaunching logo, tema dan maskot MTQ XXXIV di Pendopo Gubernur Kalbar, sekaligus menggelar ekspose kesiapan Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ yang akan berlangsung pada 1–9 Agustus 2026 di Sukadana.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung meriah namun tetap khidmat. Pendopo Gubernur dipenuhi para tamu undangan dari berbagai daerah.
Hadir unsur Forkopimda Provinsi Kalbar, kepala perangkat daerah, bupati dan wali kota atau perwakilannya, kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, pengurus LPTQ Provinsi Kalbar dan LPTQ kabupaten/kota, panitia pelaksana MTQ XXXIV Kabupaten Kayong Utara, serta sejumlah mitra pendukung pelaksanaan MTQ.
Sebelum acara dimulai, para undangan tampak berdiskusi dan bersilaturahmi di meja-meja bundar yang telah disiapkan panitia. Suasana semakin semarak ketika layar utama di bagian depan pendopo menayangkan dokumentasi prestasi qari dan qariah Kalimantan Barat pada ajang tilawah internasional. Tayangan tersebut menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa Kalbar memiliki tradisi prestasi yang harus terus dipertahankan.
Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan yang berhalangan hadir diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalbar H. Medya Yanuar Abdullah, S.Sos., M.Si. Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi seni baca dan hafalan Al-Qur'an, tetapi merupakan momentum memperkuat syiar Islam, membudayakan masyarakat mencintai Al-Qur'an serta mempererat persatuan dan kerukunan di Kalimantan Barat.
Mengusung tema "Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur'an di Tanah Betuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah," MTQ XXXIV diharapkan menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperluas dakwah Islam, sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.
Peluncuran juga memperkenalkan maskot "Senggayong", yang diangkat dari alat permainan tradisional masyarakat Kayong Utara. Alat permainan tersebut menghasilkan bunyi berirama apabila dimainkan secara bersama-sama dan lazim dimainkan masyarakat ketika menunggu musim panen durian. Filosofi Senggayong menggambarkan kebersamaan, kekompakan, harmoni, dan semangat gotong royong yang menjadi modal utama menyukseskan MTQ XXXIV.
Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Andi Musa, SH., MH mengatakan, MTQ XXXIV akan diikuti sekitar 1.136 orang yang terdiri atas peserta, official, dewan hakim dan tim asistensi dari 14 kabupaten/kota. Hingga akhir Juni, proses pendaftaran melalui aplikasi e-MTQ terus berjalan dan berbagai tahapan persiapan telah dilaksanakan sesuai jadwal.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kayong Utara Rommi Wijaya, S.Sos., M.Si. memaparkan secara rinci kesiapan daerahnya sebagai tuan rumah. Ia menjelaskan bahwa pembangunan arena utama, arena cabang, penginapan kafilah, transportasi, konsumsi, pelayanan tamu, hingga koordinasi lintas instansi terus dikebut agar seluruh peserta mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Sukadana.
Sebanyak 324 gelar juara akan diperebutkan pada sembilan cabang dan 54 golongan perlombaan. Melalui ekspose tersebut, LPTQ Kalbar optimistis penyelenggaraan MTQ XXXIV tidak hanya sukses sebagai sebuah perhelatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, mengangkat potensi Kabupaten Kayong Utara, serta meningkatkan prestasi Kalimantan Barat pada MTQ tingkat nasional maupun internasional.**
Boks informasi:
- Tema MTQ XXXIV
- Makna Maskot Senggayong
- Jadwal MTQ: 1–9 Agustus 2026
- Lokasi: Sukadana, Kabupaten Kayong Utara
- Jumlah peserta: ±1.136 orang
- Cabang lomba: 9 cabang, 54 golongan, 324 gelar juara
Editor : Salman Busrah