PONTIANAK POST – Sebanyak 195 siswa baru SMP Bruder Pontianak mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai pada Senin (13/7). Kegiatan yang diikuti enam rombongan belajar tersebut akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (15/7).
MPLS menjadi agenda awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, serta berbagai program yang akan dijalani selama menempuh pendidikan di SMP Bruder Pontianak.
Ketua Panitia MPLS, Anggena Pricila, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan berbagai pengetahuan dan nilai-nilai yang diperlukan dalam kehidupan di jenjang pendidikan menengah pertama.
Baca Juga: MPLS yang Inspiratif
"Melalui MPLS, siswa diperkenalkan dengan jadwal pembelajaran, tata tertib sekolah, sistem akademik, serta berbagai informasi penting agar mereka dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah," ujarnya.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta juga memperoleh materi literasi digital, khususnya mengenai etika dan bijak bermedia sosial. Menurut Anggena, pembekalan tersebut penting mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar.
"Kami ingin siswa memahami cara menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta mampu menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital," katanya.
Selama pelaksanaan MPLS, siswa juga dibekali edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penerapan pola hidup sehat.
Tak hanya itu, sekolah menghadirkan materi penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak pergaulan bebas. Materi tersebut diberikan sebagai langkah preventif agar peserta didik memiliki pemahaman sejak dini terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Anggena berharap seluruh rangkaian materi yang diberikan selama MPLS dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani proses belajar sekaligus membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas.
"Kami berharap anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik, menyelesaikan pendidikan di SMP Bruder Pontianak secara optimal, serta terhindar dari berbagai pengaruh negatif," ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan peserta didik tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua. Untuk itu, sejak awal tahun ajaran pihak sekolah membangun komunikasi yang intensif melalui grup komunikasi sekolah maupun grup masing-masing kelas bersama wali kelas.
"Anak-anak di usia SMP masih membutuhkan pendampingan orang tua. Karena itu, kami membangun komunikasi yang baik agar informasi mengenai perkembangan akademik maupun pembinaan karakter siswa dapat tersampaikan secara efektif," jelasnya.
Melalui sinergi antara sekolah dan orang tua, SMP Bruder Pontianak berharap proses pendidikan dapat berjalan optimal sehingga peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Editor : Hanif