PONTIANAK POST – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang Olimpiade Fisika Internasional 2026 (IPhO 2026). Salah satu sorotan datang dari Juan Richie, siswa SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat, yang berhasil meraih medali perunggu dan turut mengantarkan Indonesia membawa pulang lima medali dari kompetisi bergengsi tersebut.
Keberhasilan siswa Pontianak itu menjadi bagian dari pencapaian Tim Olimpiade Indonesia pada International Physics Olympiad (IPhO) ke-56 yang berlangsung di Bucaramanga, Kolombia, pada 4–12 Juli 2026.
Berdasarkan keterangan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Indonesia meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Baca Juga: Viral di LCC Empat Pilar Membawa Berkah, 10 Siswa SMAN 1 Pontianak Raih Beasiswa Penuh ke Tiongkok
Juan Richie Harumkan Nama Pontianak dan Indonesia
Medali emas diraih Evan Syatia To dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Dua medali perak dipersembahkan Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta serta Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.
Sementara itu, dua medali perunggu diraih Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin Jakarta dan Juan Richie dari SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat.
Prestasi Juan Richie menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Barat karena berhasil bersaing dengan ratusan peserta terbaik dunia pada kompetisi fisika tingkat sekolah menengah atas.
Baca Juga: From Zero to Hero, SMAN 13 Pontianak Ukir Ragam Prestasi di Usia Dua Tahun
Dubes RI: Pendidikan Harus Menjadi Prioritas
Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Tatang Budie Utama Razak, mengapresiasi pencapaian para pelajar Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
"Pendidikan harus menjadi prioritas agar talenta Indonesia terus berkembang, berkompetisi di tingkat internasional, dan mengharumkan nama bangsa," kata Tatang kepada Antara, Senin (13/7).
Ia berharap pemerintah terus memberikan apresiasi terhadap prestasi para siswa agar semakin banyak talenta muda Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
"Semoga semakin banyak putra-putri Indonesia yang meraih prestasi di tingkat internasional dan membanggakan bangsa," ujarnya.
IPhO 2026 Diikuti 381 Peserta dari 93 Negara
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota turut mendukung keikutsertaan Tim Olimpiade Indonesia dalam IPhO ke-56 yang digelar di Bucaramanga, Kolombia.
Tahun ini, kompetisi diikuti 381 peserta dari 93 negara, terdiri atas 87 negara peserta dan enam negara observer.
Para peserta menjalani ujian eksperimen dan teori yang masing-masing berlangsung selama lima jam. Materi yang diujikan meliputi mekanika, termodinamika, fisika statistika, elektromagnetik, optik, fisika modern, hingga fisika kuantum.
Seluruh hasil penilaian dimoderasi oleh dewan juri internasional sebelum pengumuman para peraih medali pada 11 Juli 2026 di Bucaramanga.
Baca Juga: Marsya Nur, Skuad SMAN 1 Pontianak di DBL yang Punya Prestasi di Dua Cabang Olahraga
Prestasi Meningkat Dibanding Tahun Lalu
Prestasi Indonesia pada IPhO 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada IPhO 2025 yang digelar di Paris, Prancis, Indonesia meraih tiga medali perunggu dan dua Honorable Mention.
Sementara pada IPhO 2026, Tim Indonesia berhasil meningkatkan capaian menjadi satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan berjenjang melalui program Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan pelatihan intensif bagi calon delegasi Indonesia.
Menjelang IPhO 2026, Pusat Prestasi Nasional menyelenggarakan pembinaan sebagai persiapan menghadapi kompetisi internasional di Kolombia.
Keberhasilan Juan Richie bersama rekan-rekannya tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan daerah asal, tetapi juga menunjukkan bahwa pembinaan talenta sains secara berkelanjutan mampu melahirkan pelajar Indonesia yang kompetitif di panggung dunia.
Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi melalui pendidikan dan riset.*
Editor : Uray Ronald