PONTIANAK POST – Gerakan transformasi pendidikan di Kalimantan Barat terus menunjukkan sinyal positif. Sebanyak 158 praktisi pendidikan yang terdiri dari guru SD, SMP, kepala sekolah, hingga pengawas sekolah dari tiga wilayah—Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya—berkumpul di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Barat, Sabtu (11/7).
Mereka melebur dalam Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang diinisiasi oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kota Pontianak. Bukan sekadar seminar searah, ajang tahunan ini menjadi panggung bagi para pendidik untuk saling membedah tantangan riil di kelas dan membagikan formula solusi berupa praktik baik (best practices) yang telah teruji secara nyata.
Ketua KGBN Kota Pontianak, Dewi Ratna Sari, S.Pd., menegaskan bahwa esensi dari TPN XIII ini adalah memutus sekat-sekat birokrasi dan jenjang pendidikan demi satu tujuan untuk meningkatkan kualitas belajar murid.
"Kami ingin menegaskan bahwa KGBN selalu siap menjadi rumah yang nyaman bagi para guru untuk terus bertumbuh, belajar, dan berdampak bersama. Kami percaya, kemajuan pendidikan tidak datang dari instruksi satu arah, melainkan dimulai dari guru-guru yang tidak pernah berhenti belajar dan berkolaborasi," ujar Dewi.
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan kali ini adalah terciptanya ruang dialog antara pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru kelas. Sinergi ini dinilai krusial mengingat sering terjadinya jurang pemisah (gap) antara kebijakan manajerial sekolah dengan realitas kreativitas guru di lapangan.
Melalui ruang diskusi kelompok terumpun, para peserta membagikan berbagai inovasi pembelajaran mulai dari metode pengajaran kreatif, adaptasi teknologi, hingga penanganan tantangan belajar pasca-pandemi di daerah masing-masing. Kehadiran peserta lintas wilayah seperti Singkawang dan Kubu Raya juga memperkaya perspektif tentang bagaimana keterbatasan fasilitas di daerah dapat diatasi dengan kreativitas pendidik.
Dengan berakhirnya TPN XIII, KGBN berharap energi perubahan ini tidak menguap begitu saja di dalam ruang seminar. Output konkret yang diharapkan adalah para peserta dapat langsung mengadopsi dan mengimplementasikan praktik baik yang mereka pelajari ke sekolah masing-masing mulai Senin pekan ini. (har)
Editor : Miftahul Khair