PONTIANAK POST – Status Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dinilai belum cukup tanpa dukungan infrastruktur yang memadai.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mendorong percepatan pembangunan jalan tol menuju pelabuhan tersebut agar investasi dan aktivitas logistik dapat berjalan optimal.
Pemprov Kalbar Bawa Usulan Percepatan Infrastruktur ke Pemerintah Pusat
Dorongan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, usai melakukan audiensi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Kalbar mengusulkan percepatan sejumlah proyek strategis yang dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami sudah melakukan audiensi dengan Kemenko bidang Infrastruktur dan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menyampaikan berbagai usulan percepatan proyek strategis nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Krisantus dikutip dari Antara (2/5).
Audiensi, turut dihadiri Kepala Bapperida Kalbar Linda Purnama, Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnain, serta perwakilan sektor perbankan dan penjaminan daerah.
Pelabuhan Kijing Berstatus PSN, Jalan Tol Jadi Prioritas
Dorongan percepatan pembangunan jalan tol tidak lepas dari posisi strategis Pelabuhan Kijing yang telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional.
Baca Juga: Banggar DPR RI Luruskan Isu Tol Pontianak-Kijing Dicoret dari PSN, Ini Penjelasannya
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedelapan atas Daftar PSN, yang ditandatangani Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 September 2025, Kalimantan Barat kini memiliki sembilan proyek berstatus PSN.
Dari sembilan proyek tersebut, empat merupakan kawasan industri, yakni Kawasan Industri Landak, Ketapang, Pulau Penebang, dan Alumina Toba.
Di sektor kepelabuhanan, Pengembangan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah masuk dalam daftar 15 proyek pelabuhan strategis nasional.
Selain itu, sektor hilirisasi mineral juga mendapat perhatian melalui tiga proyek smelter bauksit. Dua di antaranya berada di Kalbar, yakni milik PT Dinamika Sejahtera Mandiri di Kabupaten Sanggau dan proyek ekspansi PT Well Harvest Winning Alumina Refinery di Ketapang.
Daftar tersebut juga mencakup fasilitas pengolahan alumina terpadu di Mempawah yang dikembangkan PT Borneo Alumina Indonesia bersama PT Indonesia Asahan Aluminium.
Meski telah berstatus PSN, Krisantus menegaskan keberhasilan Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional sangat bergantung pada tersedianya akses transportasi yang memadai.
“Percepatan pembangunan jalan tol ini menjadi kunci efektivitas operasional Pelabuhan Kijing. Tanpa konektivitas yang memadai, potensi besar pelabuhan ini tidak akan terserap maksimal. Ini adalah urat nadi logistik yang menghubungkan pusat produksi dengan gerbang ekspor,” tegasnya.
Pengerukan Sungai Kapuas Ikut Diusulkan
Selain pembangunan jalan tol, Pemprov Kalbar juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan alur Sungai Kapuas.
Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga akses kapal menuju Pelabuhan Dwikora di Pontianak yang menghadapi persoalan sedimentasi.
Menurut Krisantus, sedimentasi yang terus terjadi berpotensi menghambat aktivitas pelayaran dan distribusi barang apabila tidak segera ditangani. Karena itu, pengerukan alur sungai menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem logistik Kalimantan Barat.
Melalui percepatan pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Kijing serta normalisasi alur Sungai Kapuas, Pemprov Kalbar berharap seluruh proyek strategis nasional yang telah ditetapkan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan investasi, efisiensi distribusi barang, dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Editor : Miftahul Khair