Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

OJK Catat Jumlah Investor Pasar Modal Kalbar Tumbuh Pesat di Tengah Pelemahan Bursa Saham

Siti Sulbiyah • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:48 WIB
Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidayati
Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidayati

PONTIANAK POST - Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar modal Indonesia, minat masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) untuk berinvestasi justru terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar mencatat jumlah investor pasar modal di provinsi ini tumbuh hingga 110 persen secara tahunan.

Secara nasional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Semester I 2026 di level 5.643,19 atau terkoreksi 34,74 persen secara year-to-date (YtD). Meski kondisi pasar saham masih melemah, pertumbuhan jumlah investor di Kalbar tetap menunjukkan tren positif.

Kepala OJK Kalimantan Barat, Rochma Hidayati, mengatakan hingga April 2026 jumlah Single Investor Identification (SID) di Kalbar telah mencapai 405.544 SID. Angka tersebut mencakup investor saham, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN). Jumlah tersebut tumbuh sekitar 110 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Wagub Krisantus Tegur Perusahaan Sawit yang Abai terhadap Daerah, Minta CSR Tepat Sasaran dan Optimalisasi Pajak Air Permukaan

“Kenaikan jumlah SID, baik investor saham, reksa dana, maupun Surat Berharga Negara, mencerminkan peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat Kalimantan Barat dalam aktivitas pasar modal serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi yang legal dan terawasi," kata Rochma.

Secara rinci, jumlah investor reksa dana mencapai 386.555 SID, meningkat 113 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, investor saham tercatat sebanyak 146.204 SID, atau tumbuh 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, peningkatan jumlah investor tersebut belum sejalan dengan aktivitas transaksi di pasar modal. OJK mencatat nilai transaksi beli selama periode Januari hingga April 2026 hanya mencapai Rp4,174 triliun, atau turun 18,17 persen secara year-to-date.

Hal ini menunjukkan masyarakat masih cenderung berhati-hati dalam berinvestasi di tengah volatilitas pasar. Namun, peningkatan jumlah investor menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap investasi legal terus bertambah.

Baca Juga: KPK Periksa Seorang Ibu Rumah Tangga, Telusuri Aliran Uang CSR BI-OJK

Untuk itulah, OJK terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah di provinsi ini. Rochma mengatakan berbagai kegiatan edukasi telah dilaksanakan di seluruh 14 kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

"Dengan berbagai program strategis yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota, kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Hal ini mencerminkan komitmen OJK dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan," ujarnya. (sti)

Editor : Hanif
Pasar Modal kalbar ihsg investor