PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan perlunya penguatan sektor peternakan sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan ternak dari luar daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
Menurut Krisantus, hingga kini kebutuhan ternak seperti babi, sapi, dan kambing di Kalimantan Barat masih banyak dipenuhi dari luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas produksi peternakan lokal agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kita harus mampu memperkuat produksi ternak daerah agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari Kalimantan Barat sendiri. Hal ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan," tegas Krisantus di Pontianak, baru-baru ini.
Ia menilai pengembangan peternakan tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi juga harus diikuti pembinaan peternak, penyediaan sarana dan prasarana, akses pembiayaan, serta penguatan tata niaga yang terintegrasi. Karena itu, organisasi perangkat daerah terkait diminta menyusun strategi yang komprehensif agar sektor peternakan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Selain itu, Krisantus mendorong penguatan kerja sama antardaerah dalam distribusi dan perdagangan ternak. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung, seperti karantina hewan, penting untuk menjamin kesehatan ternak sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Kalimantan Barat.
"Kita harus menyiapkan sistem yang baik mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran. Dengan begitu, peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan produk yang berkualitas," ujarnya.
Krisantus juga menekankan pentingnya mengoptimalkan Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional untuk mendukung ekspor berbagai komoditas unggulan daerah, termasuk produk peternakan. Menurutnya, konektivitas logistik yang baik akan memperkuat daya saing produk Kalimantan Barat di pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga: Banggar DPR RI Luruskan Isu Tol Pontianak-Kijing Dicoret dari PSN, Ini Penjelasannya
Wakil Gubernur turut menyoroti perlunya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengawasan yang lebih efektif terhadap pemanfaatan sumber daya alam. Ia menilai masih terdapat potensi penerimaan daerah yang dapat ditingkatkan melalui tata kelola yang lebih baik dan sinergi lintas instansi.
Di bidang ketenagakerjaan, Krisantus mengajak dunia usaha untuk lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal sesuai kompetensi yang dimiliki. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi di Kalimantan Barat memiliki potensi besar yang perlu diberdayakan guna mendukung pembangunan daerah. (mse)
Editor : Hanif