PONTIANAK POST – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalimantan Barat mulai menyiapkan produksi video profil Tenun Cual Sambas setelah produk unggulan tersebut terpilih dalam program video Produk Indikasi Geografis Terdaftar yang digagas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Persiapan itu dibahas dalam koordinasi antara Kanwil Kemenkum Kalbar dengan Ketua Tim Kerja Layanan Indikasi Geografis serta Kepala Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Merek DJKI di Hotel Grand Mercure Kebayoran, Jakarta, Kamis (16/7).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Nomor HKI.4-UM.01.01-216 tanggal 1 Juli 2026 mengenai hasil kurasi usulan produksi video Produk Indikasi Geografis Terdaftar. Dalam program tersebut, Kalimantan Barat dipercaya memproduksi video profil Kain Tenun Cual Sambas.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar dan DJKI Percepat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal di Kalimantan Barat
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalbar, Farida Wahid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan DJKI. Menurutnya, Tenun Cual Sambas dipilih karena memiliki nilai budaya, karakteristik khas, serta potensi ekonomi yang layak diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Layanan Indikasi Geografis DJKI, Irma Mariana, menjelaskan bahwa proses produksi video harus mengikuti pedoman yang telah ditetapkan DJKI agar memiliki standar nasional, baik dari sisi visual maupun substansi.
Video tersebut diharapkan menampilkan sejarah, proses pembuatan, karakteristik geografis, hingga peran masyarakat dalam menjaga kualitas Tenun Cual Sambas sebagai produk Indikasi Geografis. Dengan demikian, promosi yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menilai terpilihnya Kalimantan Barat dalam program tersebut menjadi peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional.
"Tenun Cual Sambas bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan identitas yang kuat. Terpilihnya kami dalam program video IndiGeo nasional ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh kami sia-siakan. Kanwil Kemenkum Kalbar berkomitmen menghasilkan video yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya substansi dan edukatif, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelindungan Indikasi Geografis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi para pengrajin dan masyarakat Kabupaten Sambas," tegas Jonny.
Selain membahas konsep produksi, koordinasi juga mengulas aspek teknis, mulai dari penentuan lokasi pengambilan gambar, penyusunan moodboard, alur cerita, hingga penyajian narasi yang mudah dipahami masyarakat. DJKI menekankan pentingnya menampilkan hubungan antara kualitas produk dengan kondisi geografis daerah asalnya.
Pertemuan tersebut juga membahas strategi memperluas edukasi mengenai kekayaan intelektual melalui media digital. Salah satunya dengan menayangkan video edukasi layanan DJKI di videotron perguruan tinggi maupun fasilitas pelayanan publik.
Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkum Kalbar akan menyusun konsep dan moodboard produksi sesuai pedoman DJKI, berkoordinasi dengan tim internal serta vendor videografi di Kabupaten Sambas, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan video sebagai media promosi dan edukasi Tenun Cual Sambas di tingkat nasional.
Editor : Miftahul Khair