PONTIANAK POST - Ketua Tim Asistensi LPTQ Kalimantan Barat, H. Alfian Salam, menegaskan kemampuan komunikasi menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki setiap liaison officer (LO) dalam mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ XXXIV Kalbar.
Dalam rapat Tim Asistensi LPTQ Kalbar yang digelar di Sekretariat Panitia MTQ Kalbar, Rabu (22/7), ia menekankan berbagai kendala yang muncul selama penyelenggaraan dapat diselesaikan apabila LO mampu membangun dialog dengan pimpinan kafilah dan berkoordinasi secara cepat dengan panitia.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalimantan Barat terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar yang akan berlangsung di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada 1–9 Agustus 2026.
Baca Juga: LO Jadi Ujung Tombak Pelayanan Kafilah, LPTQ Kalbar Matangkan Persiapan MTQ XXXIV
Salah satu fokus utama persiapan adalah penguatan peran Liaison Officer (LO) sebagai ujung tombak pelayanan bagi seluruh kafilah. "Kalau ada kendala, jangan didiamkan. Bangun dialog dengan pimpinan kafilah, dengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, kemudian koordinasikan dengan panitia. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat diselesaikan," ujarnya.
Alfian mengatakan, LO merupakan penghubung antara panitia dan kafilah. Karena itu, setiap informasi yang diterima dari peserta harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ia mencontohkan apabila terjadi keterlambatan distribusi konsumsi, LO tidak cukup hanya menyampaikan permintaan maaf. Namun, harus mencari penyebab keterlambatan tersebut, kemudian mengomunikasikannya kepada kafilah sekaligus berkoordinasi dengan panitia agar masalah segera diatasi.
"Misalnya ada keterlambatan suplai makanan, cari tahu penyebabnya. Sampaikan kondisi yang sebenarnya kepada kafilah dengan komunikasi yang baik, lalu koordinasikan penyelesaiannya dengan panitia," jelasnya.
Baca Juga: Jelang MTQ Kalbar 2026, DPRD Kayong Utara Soroti Persoalan Air Bersih dan Pasokan Pertalite
Menurut Alfian, persiapan penyelenggaraan MTQ XXXIV Kalbar telah dilakukan sejak dua tahun lalu. Karena itu, seluruh LO diharapkan dapat ikut menjaga kepercayaan dan nama baik panitia melalui pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif.
"Kami yakin semangat untuk menyelenggarakan event ini sangat luar biasa. Karena itu, LO jangan sampai bersikap tidak peduli terhadap persoalan yang muncul. Sekecil apa pun masalah harus segera ditangani. Kalau dibiarkan, hal itu bisa merusak citra pelaksanaan MTQ," tegasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair