PONTIANAK POST - Satgas Linmas Satpol PP Provinsi Kalimantan Barat bersama BPBD Provinsi Kalimantan Barat melakukan pemadaman dan pendinginan lanjutan di lahan bekas terbakar di belakang SMKN 4 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (26/8/2026). Pada hari yang sama, petugas juga menangani kebakaran lahan di Teluk Kapuas yang lokasinya dekat dengan permukiman warga.
Pemadaman dan pendinginan di belakang SMKN 4 Sungai Raya merupakan tindak lanjut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lokasi tersebut. Petugas melakukan penyisiran, pemadaman, dan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara, asap, maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar dua hektare. Pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa dan jaringan selang, disertai penyiraman intensif pada area yang masih mengeluarkan asap atau menunjukkan indikasi panas.
Baca Juga: Kambing Hitam Karhutla dan Jejak Panjang Kearifan Peladang Dayak
Dua personel BPBD Kabupaten Kubu Raya turut melakukan patroli dan pemantauan hotspot. Sementara itu, lima personel Brimob melakukan survei untuk persiapan pembuatan sumur sebagai sumber air pendukung penanganan karhutla.
Upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi utama turut dibantu hujan yang turun pukul 16.15 hingga 16.44 WIB. Setelah hujan reda, petugas kembali melakukan pengecekan untuk memastikan area bekas terbakar telah cukup basah dan tidak menyisakan titik api.
Dalam perjalanan menuju lokasi utama, Tim 2 menerima laporan warga mengenai kebakaran lahan di wilayah Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya. Karena lokasi kebakaran tidak jauh dari rumah warga, petugas langsung melakukan pengecekan.
Petugas menemukan titik api pada lahan di sekitar permukiman. Namun, pemadaman menggunakan mesin pompa tidak dapat dilakukan secara maksimal karena tidak tersedia sumber air yang memadai di lokasi.
Baca Juga: Kasus ISPA di Mempawah Capai 17.107, Dinkes Ungkap Kondisi Terbaru di Tengah Kabut Asap
Untuk mencegah api meluas dan mendekati rumah warga, petugas melakukan pemadaman manual dengan memukul bagian yang terbakar sekaligus memutus penjalaran api. Upaya tersebut sempat menurunkan intensitas api dan membuat kondisi kebakaran terkendali.
Namun, saat tim melintas kembali dalam perjalanan pulang, api di lokasi tersebut diketahui kembali menyala. Kondisi itu menunjukkan masih terdapat bara atau titik panas yang belum berhasil didinginkan secara optimal.
Lokasi kebakaran di Teluk Kapuas masih membutuhkan penanganan lanjutan, terutama penyediaan sumber air untuk mendukung pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah api kembali membesar dan merambat ke permukiman maupun lahan di sekitarnya.
Karakteristik lahan yang terbakar menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla karena panas dan bara dapat tersimpan di bawah permukaan. Karena itu, proses pemadaman tidak cukup hanya menghilangkan api di permukaan, tetapi juga membutuhkan pendinginan dan pembasahan secara menyeluruh.
BPBD Kabupaten Kubu Raya akan terus melakukan patroli dan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya hotspot baru, khususnya di lokasi yang sebelumnya terbakar. Petugas juga mengingatkan pentingnya memastikan ketersediaan sarana pemadaman dan sumber air untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama ketika kondisi lahan kembali kering. (mse)
Editor : Hanif