PONTIANAK POST — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalbar bekerja disiplin, berintegritas, dan memiliki inisiatif tanpa selalu menunggu perintah atasan.
Pesan tersebut disampaikan Harisson menjelang berakhirnya masa pengabdiannya sebagai ASN setelah 32 tahun bekerja di pemerintahan. Ia resmi memasuki masa purna tugas terhitung 31 Agustus 2026.
“Harus kreatif sedikit. Jangan diminta atau diperintah-perintah baru jalan,” tegas Harisson saat acara pelepasan purna tugas di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Pemkab Sintang Siapkan Perbup Bantuan Hukum untuk ASN yang Tersandung Perkara Kedinasan
Menurut Harisson, birokrasi masih menghadapi banyak pekerjaan yang membutuhkan perhatian dan perbaikan. Karena itu, ASN dituntut mampu melihat persoalan, mengambil inisiatif, dan menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
Harisson juga berpesan agar ASN tetap menjaga disiplin, integritas, dan kejujuran dalam menjalankan tugas, terutama dalam membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar menjalankan pemerintahan.
Ia mengatakan pengalaman selama puluhan tahun di birokrasi mengajarkannya bahwa pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan dengan tulus dan sepenuh hati. Menurutnya, karier bukan satu-satunya ukuran dalam menjalankan pekerjaan sebagai aparatur.
“Pokoknya kalian melayani dengan ikhlas, dengan sepenuh hati. Yang namanya karier dan rezeki itu nanti sudah ada takdirnya dan ada doa-doa dari masyarakat yang kita bantu,” tuturnya.
Baca Juga: Ujung Perjalanan Karir Paripurna Harisson, dari Dokter Kampung hingga Sekda dan Pj Gubernur Kalbar
Harisson mengawali pengabdiannya sebagai dokter. Ia pernah bertugas di perkebunan di Meliau dan menjadi dokter pegawai tidak tetap di Kabupaten Ketapang sebelum diangkat sebagai pegawai negeri dan ditempatkan di Kapuas Hulu.
Pengalaman bertugas di sejumlah daerah, termasuk wilayah terpencil, menurutnya menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap pelayanan publik.
“Menurut saya, banyak masyarakat yang mendoakan saya. Masyarakat yang selama ini di daerah-daerah terpencil itu saya bantu untuk mengobati mereka,” katanya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat Ikuti BKN Menyapa ASN Bahas Penetapan Tewas dalam Tugas
Dari pengalaman tersebut, Harisson mengingatkan ASN agar tidak hanya berorientasi pada jabatan dan karier, tetapi mengutamakan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap ASN yang masih aktif dapat terus bekerja keras dan mempersiapkan diri untuk meneruskan estafet kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengapresiasi pengabdian Harisson selama 32 tahun sebagai ASN, termasuk saat menjalankan tugas sebagai Sekda Kalbar.
Menurut Norsan, salah satu hal yang paling berkesan dari Harisson adalah sikapnya yang lebih banyak bekerja daripada berbicara. Ia juga menilai Harisson mampu tetap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan pemerintahan.
“Beliau orang yang tidak banyak omong, tapi banyak bekerja,” kata Norsan.
Norsan mengaku telah mengenal Harisson sejak dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar. Salah satu pengalaman yang paling diingatnya adalah ketika Harisson terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kalbar.
“Dalam hal menangani Covid, beliau benar-benar berjibaku waktu itu. Boleh dikatakan tidur kurang, siang dan malam,” ungkapnya.
Menurut Norsan, Harisson saat itu tidak hanya memantau perkembangan kasus, tetapi juga memperhatikan kondisi pimpinan dan staf yang terdampak Covid-19.
Norsan mengatakan berakhirnya masa kedinasan Harisson bukan berarti berakhir pula kontribusinya kepada masyarakat. Ia meminta Harisson tetap memberikan masukan kepada pemerintah daerah apabila menemukan hal yang perlu diperbaiki.
Norsan juga membuka kemungkinan melibatkan Harisson dalam sejumlah kegiatan pemerintah daerah yang membutuhkan pengalaman dan keahliannya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menilai pengalaman Harisson selama puluhan tahun di birokrasi tetap penting bagi ASN yang masih aktif. Ia berharap pengalaman tersebut dapat diteruskan kepada generasi ASN berikutnya meski Harisson telah menyelesaikan masa kedinasannya.
“Saya berharap pengalaman itu tetap dapat diberikan kepada teman-teman yang masih menjalankan tugas,” ujar Krisantus.
Krisantus mengatakan Harisson tidak hanya menjadi bagian dari hubungan kerja antara kepala daerah dan Sekda, tetapi juga telah menjadi rekan dan sahabat selama menjalankan pemerintahan.
“Di samping antara pimpinan dan Sekretaris Daerah, kita juga menjadi teman dan sahabat,” katanya.
Atas pengabdian tersebut, Norsan dan Krisantus menyampaikan terima kasih kepada Harisson. Keduanya juga berharap silaturahmi dan kontribusi Harisson bagi Kalbar tetap berlanjut setelah purnatugas.
Dalam acara tersebut, Harisson turut menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta jajaran Pemprov Kalbar apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan atau harapan yang belum terpenuhi.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar sampai berakhirnya masa tugas saya,” ucapnya.(mse)
Editor : Hanif