Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Pontianak, Jarak Pandang Pengendara Terbatas

Wandi PP • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:02 WIB
Kabut asap tampak semakin tebal menyelimuti kawasan Jembatan Kapuas satu, Kota Pontianak, Rabu (2/9) pagi. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang pengendara yang melintas menjadi terbatas. (WANDI/PONTIANAK POST)
Kabut asap tampak semakin tebal menyelimuti kawasan Jembatan Kapuas satu, Kota Pontianak, Rabu (2/9) pagi. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang pengendara yang melintas menjadi terbatas. (WANDI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (2/9) pagi. Kondisi tersebut membuat sejumlah kawasan di jantung ibu kota provinsi itu tampak terselubung asap.

Pekatnya asap juga berdampak terhadap jarak pandang pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut dirasakan warga yang beraktivitas dan melakukan perjalanan menuju pusat Kota Pontianak pada pagi hari.

Salah seorang pengendara roda dua, Agus Hermawan, mengatakan pekatnya asap semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengaku setiap hari melintas dari Desa Wajok menuju Kota Pontianak untuk beraktivitas.

Baca Juga: 350 Umat Muslim Singkawang Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla

“Sudah berapa bulan terakhir ini belum turun hujan. Saya rasa asap ini merupakan asap kiriman dari kabupaten lain,” ujar Agus saat ditemui dalam perjalanan menuju Kota Pontianak, Rabu pagi.

Menurut Agus, kondisi asap yang menyelimuti Pontianak cukup berbeda dibandingkan sebelumnya. Sebagai warga yang setiap hari melakukan perjalanan dari Desa Wajok ke Kota Pontianak, ia dapat merasakan perubahan kondisi udara dan jarak pandang di sepanjang perjalanan.

“Karena saya tinggal di Desa Wajok dan setiap hari ke Kota Pontianak, jadi terasa sekali pekatnya asap akibat karhutla,” katanya.

Pantauan pada Rabu pagi menunjukkan lapisan asap terlihat menyelimuti kawasan perkotaan. Kondisi tersebut membuat pandangan pengendara menjadi terbatas, terutama ketika melintas di ruas jalan yang diselimuti asap cukup pekat.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Bikin Udara Singkawang Berbahaya, ISPU Tertinggi Capai 319 Ini Sebarannya

Bagi pengendara sepeda motor, kondisi seperti ini membutuhkan kewaspadaan lebih karena jarak pandang yang terbatas dapat menyulitkan pengendara melihat kendaraan lain maupun kondisi jalan di depan.

Agus berharap kondisi kabut asap tidak berlangsung semakin lama dan hujan segera turun sehingga asap akibat karhutla dapat berkurang.

“Semoga segera turun hujan, supaya asap ini bisa berkurang dan jarak pandang kembali normal,” harapnya.

Kabut asap akibat karhutla menjadi perhatian karena selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Pengendara diimbau tetap berhati-hati saat melintas di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas. (wan)

Editor : Miftahul Khair
jarak pandang terbatas karhutla kalbar kota pontianak kabut asap