Karhutla Kalbar: 200 Hektare Masih Ditangani, Jumlah Titik Api Menurun

Uray Ronald • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 21:26 WIB
Gubernur Ria Norsan turun langsung ke lokasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, dan Pangdam XII/Tanjungpura untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal. (Prokopim Kalbar)
Gubernur Ria Norsan turun langsung ke lokasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, dan Pangdam XII/Tanjungpura untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal. (Prokopim Kalbar)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi pemadaman darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan sekitar 200 hektare lahan masih dalam penanganan dari total yang terdampak karhutla.

"Alhamdulillah penanganan kathutla menunjukkan perkembangan dengan sekitar 200 hektare lahan masih ditangani ," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sabtu (5/9).

Baca Juga: Kemenhut Siapkan DAK Rp5,5 Miliar Tangani Karhutla Kalbar

Titik Api Karhutla Kalbar Menurun

Norsan mengatakan jumlah titik api juga mengalami penurunan dari sebelumnya sekitar 2.000 titik menjadi lebih dari 100 titik.

Menurut dia, penurunan tersebut terjadi seiring penguatan operasi darat dan udara serta turunnya hujan di sejumlah wilayah.

"Titik api juga sudah mulai menurun dari 2.000 titik api, tinggal 100 lebih titik api," sebutnya.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada Jumat, 4 September 2026 pukul 21.15 WIB terdeteksi 124 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Barat.

Sebagai pembanding, pada 1 September 2026 pukul 21.25 WIB, Kalbar masih mencatat 570 hotspot high confidence. Jadi, data 4 September menunjukkan penurunan tajam menjadi 124 titik.

Dalam perkembangan penanganan karhutla pada Jumat, 4 September 2026, BNPB mencatat luas lahan terbakar pada awal September mencapai 802,17 hektare.

BNPB sebelumnya juga mencatat total luas lahan terbakar Kalbar mencapai 38.310,89 hektare sejak awal 2026 hingga Juni 2026.

Gambut Membutuhkan Penanganan Khusus

Norsan mengatakan pengendalian kebakaran membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Hal itu terutama dalam menangani kebakaran di kawasan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dan membutuhkan penanganan khusus.

Operasi pemadaman melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah pusat, Masyarakat Peduli Api dan berbagai unsur lainnya.

Baca Juga: Supadio Tetap Kondusif di Tengah Gangguan Penerbangan akibat Kabut Asap

Gubernur Kalbar mengapresiasi petugas dan relawan yang terus bekerja di lapangan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan langsung dalam penanganan karhutla.

BNPB Optimalkan Operasi Darat dan Udara

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu pengendalian kebakaran.

Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam operasi pemadaman karhutla di Rasau Jaya Tiga yang dilakukan secara terpadu.

"Saya bangga melihat gabungan luar biasa di tempat ini. Pak Gubernur turun langsung, Pak Pangdam turun langsung. Lengkap unsurnya. Ada Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, Dinas Kehutanan, KPH, TNI-Polri gabung bahu-membahu," katanya.

Pemantauan Karhutla Terus Dilakukan

Pemantauan langsung di Rasau Jaya dilakukan untuk memastikan operasi pemadaman berjalan optimal, khususnya di wilayah yang masih memiliki titik api dan berpotensi kembali terbakar.

Pemprov Kalbar bersama pemerintah pusat memastikan pengendalian karhutla terus diperkuat hingga seluruh kebakaran dapat ditangani dan dampak kabut asap terhadap masyarakat semakin berkurang.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
kebakaran hutan Kalbar Karhutla Kubu Raya ria norsan bnpb karhutla kalbar