Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Malam Pertama Ramadan di Madinah Membludak, Tarawih di Masjid Nabawi Dipadati Jamaah hingga Pelataran

Salman Busrah • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31 WIB
Jamaah memenuhi bagian dalam Masjid Nabawi, Madinah, menunggu pelaksanaan salat Tarawih malam pertama Ramadan 1447 H.
Jamaah memenuhi bagian dalam Masjid Nabawi, Madinah, menunggu pelaksanaan salat Tarawih malam pertama Ramadan 1447 H.

PONTIANAK POST — Gelombang jamaah dari berbagai negara memadati kawasan Masjid Nabawi pada Selasa malam (17/2/2026) waktu setempat, dalam pelaksanaan salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah. Saf-saf penuh sejak di dalam masjid hingga meluber ke halaman depan dan area sekitarnya.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebelumnya menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2/2026), setelah hilal terlihat dan diumumkan secara resmi oleh Mahkamah Agung Arab Saudi.

Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan jamaah telah memadati kawasan masjid sejak usai salat Isya. Mereka duduk rapat menunggu Tarawih dimulai, membentuk hamparan manusia yang memenuhi pelataran yang diterangi cahaya lampu menara. Hotel-hotel tinggi di sekitar Masjid Nabawi tampak menyala terang, menjadi latar megah malam pertama bulan suci.

Salat Tarawih berlangsung sekitar 1,5 jam. Imam membacakan satu juz penuh Al-Qur’an pada malam pertama, dengan 10 rakaat Tarawih yang dilanjutkan witir tiga rakaat dua kali salam. Pada rakaat terakhir witir, doa qunut dibacakan cukup panjang dan penuh penghayatan, membuat suasana semakin khusyuk dan haru.

Meski berdiri cukup lama, jamaah tetap antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Kepadatan jamaah tidak mengurangi ketertiban saf, yang tetap tersusun rapi hingga ke area luar masjid.

Kini kawasan sekitar Masjid Nabawi juga tampil semakin asri. Pemerintah setempat menata lingkungan masjid dengan taman-taman hijau berisi berbagai jenis pohon sebagai bagian dari program penghijauan kota. Di sejumlah titik tersedia kafe-kafe dan area santai yang memberi kenyamanan bagi jamaah.

Usai Tarawih, banyak jamaah tidak langsung kembali ke penginapan. Mereka memilih menikmati suasana malam Madinah yang sejuk di ujung musim dingin — tidak terlalu dingin, namun terasa segar dan menenangkan.

Beragam makanan dan minuman tersedia di sekitar pelataran masjid. Teh Arab, kopi hangat, kurma, roti, hingga aneka camilan ringan tampak dinikmati jamaah sambil berbincang bersama keluarga maupun sesama peziarah. Suasana menjadi hidup, namun tetap tertib dan penuh ketenangan spiritual.

Ramainya jamaah yang bertahan hingga malam memperlihatkan betapa Masjid Nabawi kembali menjadi pusat kerinduan umat Islam dunia dalam menyambut Ramadan. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, kawasan masjid kini menjadi ruang kebersamaan yang memadukan kekhusyukan, kenyamanan, dan keindahan kota Madinah.

Malam pertama Ramadan pun menjadi pembuka yang penuh makna — lautan manusia, lantunan ayat suci, udara sejuk, serta cahaya menara yang seakan menegaskan: bulan penuh rahmat telah tiba di Kota Nabi.**

Editor : Hanif
#tarawih perdana #madinah #masjid nabawi #Ramadan 1447 H