Dalam kesempatan itu hadir kurang lebih 100 santri dari total 341 santri di Ponpes Pembangunan Ushuluddin Singkawang. Selain berbuka puasa bersama, Gubernur Sutarmidji secara pribadi sekaligus menyerahkan bantuan berupa sarung, mukena, baju koko, dan satu ton beras. "Saya ingin menyemangati adik-adik yang menuntut ilmu di Ponpes Ushuluddin ini. Faktor sukses sesorang itu ada 34 atau 37 lebih indikator yang diakui para pakar lewat kajiannya. Kita selama ini mengatakan faktor sukses itu sekolah di sekolah favorit, dan nilai IPK yang tinggi, padahal itu (masuk) indikator ke-30 sekian," ungkapnya.
Midji-sapaan karibnya menyebutkan, sebenarnya ada empat indikator utama yang memengaruhi kesuksesan seseorang. Dan itu semuanya ada di dalam Alquran, hadis, dan ajaran Islam. Adapun faktor yang pertama adalah kejujuran. Kejujuran menurutnya selalu menjadi bagian dalam ajaran Islam. "Jujur itu paling penting. Saya harap tanamkan kejujuran pada diri adik-adik, tanamkan saja apa yang ingin dikejar. Takdir itu tidak akan salah menemui pemiliknya," katanya.
Lalu yang kedua menurutnya adalah disiplin. Hal itu juga sesuai juga dengan ajaran Islam. Seperti dalam menjalankan ibadah sesuai ketentuan Islam, maka perlu kedisiplinan. Contohnya salat lima waktu yang sudah ditetapkan waktu-waktunya, perlu dijalankan dengan disiplin. "Jadi kalau kita disiplin akan banyak waktu kita yang tersisa. Itu bisa kita gunakan untuk menambah pemahaman kita tentang ajaran agama, dan sebagainya," pesannya.
Kemudian yang ketiga lanjut dia, adalah dukungan orang terdekat. Hal itu juga sesuai dengan konsep Islam. Seperti sedekah yang dianjurkan mengutamakan kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu. "Terdekat itu tidak harus saudara kandung, seperti teman-teman adik yang ada di asrama di sini misalnya, kalau antara teman sudah tidak saling dukung, maka akan susah," ucapnya.
Lalu yang keempat adalah kemampuan (skill). Ia mengimbau kepada para santri di sana mengupayakan empat hal tersebut jika ingin menjadi orang sukses. "Jadi saya minta adik-adik bisa lebih sukses lagi, tunjukkan bahwa kita bisa," ujarnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Singkawang Sumastro menyampaikan bahwa kegiatan safari atau silaturahmi ramadan seperti ini sangat dirindukan. Karena dalam dua tahun terakhir masyarakat tidak dapat melaksanakan acara yang dapat membangun ukhuwah islamiyah itu, karena alasan keselamatan. Namun dengan telah dicabutnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid-19, maka kegiatan masyarakat akan lebih leluasa.
"Kami sebagai masyarakat Kota Singkawang ingin memaknai Ramadan 1444 Hijriah dengan membangun nilai-nilai takwa. Harapannya dengan kunjungan Pak Gubernur di Singkawang untuk kesekian kalinya, memanfaatkan momen penting termasuk ramadan ini, dapat memberikan arahan atau bimbingan, khususnya kepada umat Islam sebagai bagian dari kehidupan yang diwarnai rahmatan lil 'alamin," ujarnya.
Umat muslim di Singkawang sebagai kota tertoleran di Indonesia diharapkan dia, bisa menjadi pelopor umat-umat yang lain dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. "Karena persaudaraan tidak hanya sebatas seiman, dan seagama, tapi juga sebangsa, dan setanah air, sebagai bagian dari makhluk ciptaan Allah," katanya.
Seperti diketahui agenda safari ramadan gubernur di wilayah pantai utara (pantura) Kalbar dimulai dari Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang pada Sabtu (8/4). Kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Sambas, Minggu (9/4). Dalam kesempatan itu, gubernur turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar Harisson, Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar Rokidi, dan beberapa kepala perangkat daerah lainnya. (bar) Editor : Shando Safela