Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jokowi Jadwalkan Bertemu Investor IKN di Abu Dhabi

Syahriani Siregar • Rabu, 17 Juli 2024 | 14:56 WIB

Jokowi, Presiden Indonesia.
Jokowi, Presiden Indonesia.
JAKARTA – Kemarin (16/7) Presiden Joko Widodo berangkat ke Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA.

Salah satu yang menjadi pembahasan soal investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam keterangannya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jokowi mengatakan bahwa dalam satu dekade terakhir, hubungan antara kedua negara telah berkembang pesat.

"Persatuan Emirat Arab merupakan salah satu mitra utama dan mitra strategis Indonesia di Timur Tengah,” ucapnya.

Selain itu PEA  dan Indonesia memiliki perjanjian kemitraan komprehensif  Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Menurutnya, kemitraan strategis antara Indonesia dan PEA mencakup energi bersih yang ditandai dengan kerja sama pengembangan energi surya di Waduk Cirata.

“Dalam pertemuan dengan Presiden MBZ nanti, saya antara lain akan membahas mengenai berbagai upaya peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi yang strategis,” ucap Kepala Negara.

Jokowi menyadari bahwa kerjasama ini nantinya akan dilanjutkan oleh pemerintahan baru. 

Salah satu investasi yang masuk dalam pembahasan adalah soal IKN. Dalam lawatan ke PEA nanti ada beberapa perjanjian bisnis to bisnis (BtoB) yang akan ditandatangani.

Kedua pemimpin negara akan melihat proses penandatanganan ini. 

Jokowi menyebut jika Otorita IKN (OIKN) memang dibuat untuk menarik investor. Salah satunya tertuang dalam Undang-Undang IKN, yakni terkait hak guna usaha yang mencapai 190 tahun.

“Kami ingin OIKN betul-betul diberikan kewenangan untuk menarik investasi yang sebesar-besarnya. Baik investasi dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Jokowi.

 Presiden mengingatkan bahwa APBN hanya membangun kawasan inti. Sehingga kawasan di luar itu diharapkan menggunakan dana dari investor.

“Yang lainnya (di luar kawasan inti) kami berharap kepada investasi,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Jokowi juga menyinggung alasan belum berkantor di IKN. Sebelumnya, dia menargetkan Juli sudah berkantor di IKN.

“Airnya juga dalam proses disiapkan. Listriknya juga sebentar lagi masuk. Listrik sudah ada tapi untuk masuk ke ruang-ruang yang ada perlu waktu,” tuturnya.

Hingga pertengahan Juli, belum ada tanda-tanda Jokowi akan berkantor di IKN. Molornya persiapan infrastruktur menjadi penghambat.

“Tiap hari hujan terus. Hujan deras banget jadi memang pekerjaan banyak yang mundur,” kata Jokowi.

Namun dia tidak risau karena menurutnya mundurnya target dalam proyek besar merupakan hal biasa.

Selanjutnya dia menyebut pembangunan IKN berlangsung lama.

“Jangan dibayangkan kita upacara 17 Agustus itu sudah jadi semuanya,” ungkapnya.

Sedikit pesimis, Jokowi memperkirakan pada upacara HUT RI ke-79 nanti baru 15 persen infrastruktur yang siap.

“Ini masih memerlukan investasi. Masih memerlukan investor, itu yang sedang kami kejar,” ujarnya.

Bantah Pembatasan Subsidi BBM

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga membantah pembatasan subsidi BBM pada 17 Agustus nanti.

Wacana ini muncul setelah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut perlu pembatasan subsidi energi.

“Belum ada pemikiran ke sana. Belum rapat juga,” ujar Jokowi singkat.

Pada Rabu pekan lalu (10/7) berita ini cukup kuat. Namun, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun membantah wacana pembatasan pembelian subsidi BBM.

Pemerintah pun masih menggodok aturan terkait ini sehingga belum ada kepastian terkait pembatasan energi tersebut.

“Kami akan rapatkan lagi,” ucap Airlangga. (lyn)

Editor : Syahriani Siregar
#Jpkowi #IKN #abu dhabi #investor