Syarat wajib vaksinasi meningitis mulai berlaku untuk musim umrah 2024.
Kewajiban ini ditujukan kepada calon jamaah umrah dari semua negara yang datang ke Arab Saudi.
Ahmad Kholil, Ketua Forum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Kalbar mengatakan pihaknya menghormati aturan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi.
"Kita tidak bisa menolak itu, dan harus tunduk pada peraturan luar negeri, karena (vaksin) meningitis itu menyangkut kesehatan supaya tidak menular kemana-mana," katanya.
Sejalan dengan aturan tersebut, tentu harapannya fasilitas kesehatan yang dapat menyelenggarakan vaksinasi (meningitis) bagi pelaku perjalanan Internasional dapat dimaksimalkan.
Selain itu, stok vaksin juga bisa memenuhi kebutuhan karena saat musim umrah tiba, jumlah jemaah yang akan berangkat tidaklah sedikit.
"Saya pikir pemerintah telah menyiapkan hal itu. Pemerintah juga telah memikirkan dampaknya. Sebab pemerintah Arab Saudi menekankan agar semua jemaah yang datang sudah divaksin meningitis sehingga ketika sampai di Arab Saudi mereka tidak bermasalah lagi," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menetapkan bahwa vaksin meningitis tidak lagi menjadi syarat wajib bagi calon jemaah yang akan melakukan umrah.
Vaksin meningitis hanya diwajibkan untuk calon jemaah haji.
Ketetapan ini berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C.I/9325/2022 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis Bagi Jemaah Haji dan Umrah, yang diterbitkan pada 11 November 2022.
Vaksinasi meningitis dinilai dapat melindungi jamaah dari penyebaran meningitis yang merupakan penyakit endemik di Arab Saudi, melindungi orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, dan memberikan perlindungan tambahan untuk orang dengan komorbit.
Kamaludin, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Kalbar mengimbau PPIU dan jemaah untuk mematuhi aturan yang berlaku agar tidak terjadi masalah saat berada di Tanah Suci.
"Kami berpesan calon jemaah umrah emmatuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah, termasuk vaksin yang telah ditetapkan. Vaksin ini untuk kepentingan jemaah, sehatnya kan untuk jemaah,"katanya.
Kamaludin menegaskan agar masyarakat yang akan umrah teliti memilah dan memilih travel umrah.
Sampai saat ini, kata dia masih ditemukan korban dari travel umrah nakal.
Jemaah telah mendaftar lama, namun jadwal keberangkatan terus ditunda.
"Jadwal berangkat ditunda-tunda akhirnya tidak berangkat. Jadi telitilah dalam memilih travel umrah," papar dia.
Tingginya permintaan perjalanan umrah, berbagai biro travel perjalanan ibadah umrah terus bermunculan memberikan penawaran terbaiknya dalam upaya melayani jamaah umrah.
Kamaludin mengingatkan agar tidak mudah tergiur harga umrah murah.
"Jangan mudah diiming-imingi harga murah tapi tidak jelas kantor biro travelnya, jadwal keberangkatannya,"katanya.
Selain itu, pastikan maskapai yang digunakan oleh PPIU untuk menghindari risiko kerugian akibat perubahan fasilitas yang lebih buruk.
Pastikan hotel di Tanah Suci yang ditawarkan oleh PPIU sesuai dengan kebutuhan dan tidak berubah ketika tiba di Tanah Suci.
Pastikan visa dan persyaratan lainnya untuk kepergian keluar negeri telah disiapkan oleh pihak PPIU. (mrd)
Editor : Syahriani Siregar