Penghargaan nasional yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu diterima oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Harisson di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/8).
Penganugerahan penghargaan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) oleh OJK.
Gerakan ini dicanangkan dalam rangka mendorong peningkatan literasi, dan inklusi keuangan secara masif, dan merata di seluruh Indonesia. Pencanangan GENCARKAN dengan tema, “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” itu dilaksanakan sekaligus memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) tahun 2024. Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.300 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan anggota komunitas lainnya.
Baca Juga: Ikut Demo di Depan Gedung DPR, Reza Rahadian: Anda-Anda Ini Wakil Siapa?
Pj Gubernur Kalbar, Harisson yang hadir bersama Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin dan Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar, Rokidi menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diraih tersebut.
Ia berharap Kalbar bisa terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta memiliki andil dalam rangka menyukseskan program GENCARKAN .
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan mendukung agar indeks inklusi keuangan nasional dapat mencapai 98 persen pada perayaan Indonesia Emas tahun 2045, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah,” ungkap Harisson.
Sementara itu, Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menyampaikan, GENCARKAN merupakan salah satu wujud nyata dari bentuk kolaborasi dan koordinasi pelaksanaan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
Airlangga pun mengapresiasi inisiasi OJK dalam membuat terobosan percepatan dan pemerataan literasi, serta inklusi keuangan melalui program GENCARKAN.
Baca Juga: Release 13 Surat Dukungan Parpol, di Pilgub dan Pilbup Mempawah PKB Masih Lakukan Penjajakan
“DNKI bersama dengan OJK mendorong semua pihak, semua kementerian/lembaga, pemerintah daerah, industri, masyarakat, akademisi serta media untuk berpartisipasi, berkolaborasi untuk menyukseskan program pencanangan GENCARKAN ini,” katanya.
Ia yakin literasi dan inklusi keuangan akan membantu jutaan masyarakat untuk bisa lepas dari kemiskinan. “Dan juga tentu pada akhirnya akan mengubah kemajuan perekonomian Indonesia,” harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengungkapkan, program GENCARKAN disiapkan sebagai upaya bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengorkestrasi gerakan secara nasional guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Mahendra, program GENCARKAN juga mengacu pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang diselenggarakan OJK bersama BPS.
Hasil survei itu menyebutkan bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini sebesar 75,02 persen. Sementara indeks literasi keuangan penduduk Indonesia baru sebesar 65,43 persen.
“Hasil SNLIK 2024 menunjukkan bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Kami meyakini bahwa penguatan keduanya adalah kunci untuk meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar, yang akan berdampak pada pengembangan sektor jasa keuangan, termasuk peningkatan penyaluran pembiayaan. Jika ini kita dorong terus maka memberikan daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menambahkan, dari sisi literasi keuangan, program GENCARKAN diharapkan dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota dan menyasar seluruh kelompok prioritas.
Hal ini mengingat adanya dukungan jaringan kantor Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Tiga Hari Disiksa Ibu Tiri Hingga Tak Diberi Makan, Nyawa Nizam Tak Tertolong
“Program GENCARKAN juga mendorong lahirnya dua juta duta serta agen literasi dan inklusi keuangan yang dapat memberikan multiplier effect melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan bagi masyarakat luas. Program GENCARKAN juga akan dilakukan secara multikanal sehingga diharapkan dapat menjangkau hingga 50 juta rakyat Indonesia,” jelasnya.
Melalui program GENCARKAN, ditargetkan pada tahun 2025 sebanyak 90 persen pelajar Indonesia telah memiliki tabungan.
Selanjutnya, melalui tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), diharapkan sebanyak 2,5 juta kelompok mahasiswa dan pemuda telah memiliki rekening.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono, Kunto Aji hingga Najwa Shihab Unggah Gambar Peringatan Darurat Garuda Biru
Program tersebut juga turut mendorong pembukaan akses kredit UMKM melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), sehingga dapat menjangkau 1,6 juta debitur serta dapat mengakselerasi penggunaan produk keuangan oleh 30 persen kelompok penyandang disabilitas.
“End-state yang kami harapkan melalui Program GENCARKAN ini adalah indeks inklusi keuangan nasional dapat mencapai 98 persen pada perayaan Indonesia Emas tahun 2045,” pungkasnya. (bar)
Editor : Syahriani Siregar