Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prabowo Tegaskan Tak Akan Maju di Pilpres 2029 Jika Program Pemerintahannya Gagal

A'an • Minggu, 16 Februari 2025 | 10:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) yang juga Ketua Umum Partai Gerindra bersama Presiden ke-7 Joko Widodo (ketiga kanan) dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan) menghadiri perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul Internatio
Presiden Prabowo Subianto (kanan) yang juga Ketua Umum Partai Gerindra bersama Presiden ke-7 Joko Widodo (ketiga kanan) dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan) menghadiri perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul Internatio

 

PONTIANAK POST - Presiden RI Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra meminta tidak dicalonkan lagi dalam Pemilihan Presiden 2029 jika program yang dijalankan pemerintahannya tidak berhasil.

"Saudara minta saya bersedia dicalonkan lagi tahun 2029, saya katakan, kalau program saya tidak berhasil, tidak perlu saudara calonkan saya terus," kata Prabowo dalam sambutannya pada HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (15/2).

Perayaan HUT Partai Gerindra kali ini berlangsung semarak. Kehadiran Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden membuat momen tersebut dihadiri banyak tokoh.

Selain jajaran ketua umum partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), hadir juga mantan Presiden Joko Widodo serta mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Jusuf Kalla. Dari PDIP, tampak Ketua DPP Said Abdullah dan Bendahara Partai Olly Dondokambey.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa keinginannya sejak kecil adalah melihat Indonesia menjadi negara yang hebat. Prabowo menilai jika program pemerintahannya tidak berhasil dan mengecewakan rakyat, ia merasa malu untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada Pilpres tahun 2029.

"Saya, kalau mengecewakan ke rakyat, saya malu untuk maju lagi. Dari kecil, saya hanya ingin melihat Indonesia hebat," kata Prabowo.

Kepala Negara juga membantah bahwa dirinya dikendalikan oleh Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan intervensi atau "cawe-cawe", istilah yang sering disebut oleh Jokowi.

Sebelumnya, Partai Gerindra memang memutuskan mendukung Ketua Umum sekaligus Presiden Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2029. Hal tersebut tertuang dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang digelar di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Kamis (13/2).

"Kongres meminta Pak Prabowo agar bersedia maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Beliau menjawab, 'Insya Allah,' namun meminta waktu untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dan memenuhi janji kepada rakyat," kata Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Menurutnya, keputusan itu diambil oleh perwakilan seluruh pengurus DPP, DPD dan DPC Gerindra seluruh Indonesia yang hadir dalam KLB pada Kamis (13/2).

Makan Bergizi Gratis

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyinggung tentang salah satu program unggulannya yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pemerintah menggunakan dana penghematan sebesar Rp24 triliun untuk mendukung program MBG.

"Rp24 triliun terpaksa saya pakai untuk Makan Bergizi Gratis. Rakyat kita, anak-anak kita, tidak boleh kelaparan," katanya. Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan penghematan anggaran dalam dua tahap dengan total pengumpulan dana yang diproyeksikan mencapai Rp608 triliun.

Selain itu, dividen dari BUMN juga mencapai Rp300 triliun, di mana Rp100 triliun di antaranya dikembalikan untuk modal kerja, sehingga dana yang tersedia diperkirakan mencapai Rp750 triliun.

"Yang lagi ramai penghematan. Penghematan putaran pertama oleh Kementerian Keuangan disisir, dihemat Rp300 triliun. Penghematan putaran kedua Rp308 triliun, dividen BUMN Rp300 triliun, Rp100 triliun dikembalikan, jadi totalnya kita punya Rp750 triliun," katanya.

Dari jumlah tersebut, kata Prabowo, Rp24 triliun digunakan untuk program MBG yang bertujuan memastikan anak-anak Indonesia tidak mengalami kelaparan.

"Kalau ada anak orang kaya yang sudah kenyang dan sudah makan enak, nggak apa-apa, jatahmu kasih ke orang lain," ujarnya.

Prabowo menargetkan enam juta siswa di seluruh wilayah Indonesia sudah menerima manfaat program MBG pada akhir Juli.

"Saya diberitahu bahwa, beberapa hari ini sudah sampai 770 ribu anak (menerima program MBG). Akhir bulan Februari, sudah sampai satu juta dan seterusnya, diharapkan akhir Juli, sudah sampai enam juta, minimal," katanya.

Prabowo pun menceritakan perjalanan meluncurkan program MBG yang dimulai serentak pada 6 Januari lalu. Menurut Presiden, kelancaran program MBG berkat dukungan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo yang pada saat menjabat telah membentuk Badan Gizi Nasional, selaku lembaga pelaksana MBG.

Prabowo menceritakan bahwa sebelum dirinya dilantik sebagai Presiden Ke-8 RI pada Oktober 2024, Jokowi telah membantu transisi pemerintahan, sehingga program MBG dapat dilaksanakan pada awal tahun.

"Badan Gizi Nasional bisa begini cepat di luar dugaan orang, biasa, biasa ada yang nyinyir, 'mana bisa kasih makan, mana bisa?' Sehingga kita sudah kerja sebelum Oktober, dan kita Januari, kita udah gelar (MBG)," kata Prabowo.

Adapun program MBG dilatarbelakangi dari kondisi sebanyak 60 persen anak-anak Indonesia belum mengonsumsi makanan dengan gizi yang lengkap.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan 60 persen anak Indonesia tidak mengonsumsi susu karena tak mampu membeli, bukan karena tidak cocok atau laktosa intoleran. Presiden Prabowo memaparkan program MBG akan menyasar lebih dari 85 juta anak, serta ibu hamil di Indonesia pada akhir 2025.

Hilirisasi 2025 Dimulai 15 Megaproyek

Presiden RI Prabowo Subianto menyebutkan bahwa program hilirisasi yang sebelumnya juga menjadi perhatian dari Presiden Ke-7 RI Joko Widodo dipastikan berlanjut di Kabinet Merah Putih (KMP) pada 2025 dan dimulai dengan pelaksanaan 15 megaproyek hilirisasi.

"Hilirisasi kita akan teruskan, kita wujudkan. Kita akan mulai tahun ini. Tahun ini minimal 15 megaproyek yang miliar-miliar dolar [nilainya]. Kita mulai tanpa kita minta-minta investasi dari luar negeri," katanya.

Prabowo menyebutkan hilirisasi perlu dilanjutkan agar kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia bisa dimanfaatkan dengan optimal untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Hilirisasi yang dijalankan oleh Kabinet Merah Putih (KMP) menganut asas keterbukaan untuk para investor dari berbagai sumber, namun tidak akan bersifat memaksa.

"Kita tidak akan minta-minta. Ada yang datang dari luar, silakan. Anda mau masuk ke Indonesia, kami terbuka. Tapi kami tidak akan mengemis. Kita akan bangkit dengan kekuatan-kekuatan kita sendiri," kata Prabowo.

Dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih, hilirisasi menjadi salah satu program prioritas sejalan visi Astacita yang diusung sejak kabinet ini dilantik.

Adapun hilirisasi yang dilakukan berbasiskan sumber daya alam (SDA), termasuk di sekitar sektor maritim untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dalam mewujudkan keadilan ekonomi menyejahterakan masyarakat.

Menurut Prabowo, hilirisasi juga akan mendukung visi cita-cita pendiri bangsa yakni Presiden Ke-1 RI Soekarno yang menginginkan Indonesia memiliki kemandirian dalam banyak aspek.
"Kita akan wujudkan cita-cita Bung Karno, berdiri di atas kaki sendiri," kata Prabowo.

Selain hilirisasi, Presiden Prabowo juga fokus untuk menyukseskan beberapa program prioritas lainnya di 2025 di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan, dan swasembada energi.(ant)

Editor : A'an
#Program Pemerintahan #Prabowo Subianto