PONTIANAK POST - Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, mengonfirmasi bahwa penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Anggruk menyebabkan satu orang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka.
Awalnya, beredar informasi bahwa enam guru kontrak dilaporkan tewas akibat penyerangan tersebut.
Namun, setelah personel TNI-Polri turun ke lokasi untuk memastikan situasi, terungkap bahwa jumlah korban meninggal hanya satu orang.
Kodam XVII/Cenderawasih menyebutkan bahwa KKB tidak hanya melakukan penyerangan, tetapi juga membakar rumah para guru di Anggruk.
Serangan ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Aparat keamanan berhasil mengevakuasi korban dan warga sipil di wilayah tersebut. Saat ini, para korban telah dibawa ke RS Marthen Indey untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban yang meninggal adalah seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru," ujar Bupati Yahukimo Didimus Yahuli saat dihubungi dari Jayapura, Minggu (21/3).
Pemerintah Daerah (Pemda) Yahukimo sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan KKB.
Didimus Yahuli menekankan bahwa keberadaan guru di wilayah terpencil seperti Anggruk sangat penting untuk mencerdaskan anak-anak di daerah tersebut.
"Wilayah Anggruk terletak cukup jauh dari ibu kota kabupaten. Perjalanan dari Anggruk ke Dekai membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan penerbangan," jelas Didimus.
Ia menambahkan bahwa semua pihak seharusnya turut menjaga keamanan para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Anggruk dan seluruh wilayah Kabupaten Yahukimo.
"Kita harus menjaga keamanan para guru dan tenaga medis agar mereka merasa nyaman bertugas di kampung yang terpencil dengan fasilitas terbatas. Dengan begitu, anak-anak di wilayah ini bisa tumbuh cerdas dan sehat," kata Didimus Yahuli. (mif)
Editor : Miftahul Khair