PONTIANAK POST - Harga emas yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Sabtu (12/4) menunjukkan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24 yang mengalami peningkatan drastis harga jual.
Dilaporkan bahwa emas Antam melonjak Rp46.000 dari semula Rp1.896.000 menjadi Rp1.942.000 per gram, emas buatan Galeri24 turut melonjak Rp58.000 ke angka Rp1.909.000 dari semula Rp1.851.000 per gram.
Sementara emas buatan UBS melesat naik Rp56.000 dari semula Rp1.853.000 menjadi Rp1.909.000 per gram.
Adapun Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia kembali mengalami lonjakan Rp15.000 dari hari sebelumnya.
Emas buatan Antam berbanderol dengan harga Rp1.904.000 dari semula Rp1.889.000 per gram.
Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik menjadi Rp1.754.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
Di sisi lain, mengutip Reuters, harga emas melambung tinggi melewati angka USD 3.200 pada hari Jumat (11/4) atau Sabtu (12/4) waktu Indonesia karena melemahnya dolar dan meningkatnya perang dagang AS-Tiongkok yang memicu ketakutan akan resesi.
Itu sebabnya, para investor berbondong-bondong mencari investasi yang aman yakni logam emas. Harga emas spot naik hampir 2 persen menjadi USD 3.235,89 per ons. Sedangkan emas batangan naik lebih dari 6 persen minggu ini.
Itu sebabnya, para investor berbondong-bondong mencari investasi yang aman yakni logam emas. Harga emas spot naik hampir 2 persen menjadi USD 3.235,89 per ons. Sedangkan emas batangan naik lebih dari 6 persen minggu ini.
"Emas jelas terlihat sebagai aset safe haven yang disukai di dunia yang kacau akibat perang dagang Trump. Dolar AS telah terdepresiasi dan obligasi pemerintah AS mengalami aksi jual besar-besaran, karena kepercayaan terhadap AS sebagai mitra dagang yang dapat diandalkan telah berkurang," ungkap Analis WisdomTree, Nitesh Shah.
Di sisi lain, China menaikkan tarif impor terhadap produk AS menjadi 125% pada Jumat pekan ini, yang semakin memperburuk ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Kelemahan dolar AS terhadap mata uang lain membuat emas batangan yang dinyatakan dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Selain itu, beberapa faktor lain turut mendukung lonjakan harga emas di tahun 2025.
Faktor-faktor tersebut mencakup aksi beli oleh bank sentral, harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed), ketidakstabilan geopolitik, serta meningkatnya minat investor terhadap ETF.
Faktor lain yang memengaruhi fluktuasi harga emas adalah data ekonomi makro dari Amerika Serikat.
Pada Maret, harga produsen bulanan AS mengalami penurunan tak terduga sebesar 0,4 persen, tetapi tarif impor yang berlaku diperkirakan akan mengakibatkan inflasi meningkat dalam beberapa bulan mendatang. (ant/jpc)
Editor : Hanif