Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tragedi KKN di Maluku, Dua Mahasiswa UGM Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kapal

Miftahul Khair • Rabu, 2 Juli 2025 | 13:47 WIB
ilustrasi (kapal tenggelam)
ilustrasi (kapal tenggelam)

PONTIANAK POST - Suasana duka menyelimuti Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul insiden kecelakaan laut yang menimpa dua mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di perairan Debut, Kabupaten Maluku Tenggara.

Menurut informasi dari laman resmi UGM, salah satu korban, Bagus Adi Prayogo, mahasiswa Fakultas Kehutanan jenjang Sarjana, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa malam (1/7) pukul 23.00 WIT, setelah sebelumnya sempat dinyatakan hilang.

Sementara itu, korban lainnya, Septian Eka Rahmadi dari Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM, yang berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, diketahui meninggal di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas ini terjadi ketika para mahasiswa sedang menjalankan kegiatan program Revitalisasi Terumbu Karang, sebagai bagian dari KKN-PPM Unit Manyeuw.

Dalam kegiatan tersebut, tujuh mahasiswa UGM bersama lima warga lokal menggunakan dua perahu motor untuk mengambil pasir sebagai bahan pembangunan Artificial Patch Reef (APR).

Namun saat perjalanan pulang, salah satu perahu yang ditumpangi terguling akibat ombak tinggi dan tiupan angin kencang.

Lima mahasiswa berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Eka meninggal di tempat, sementara Bagus sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan tak bernyawa.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., turut menyampaikan rasa duka dan kehilangan atas wafatnya Bagus saat menjalankan tugas pengabdian masyarakat.

“Kami sangat kehilangan. Bagus adalah mahasiswa yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap kegiatan pengabdian. Semoga Almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujarnya dikutip dari Jawapos.com.

Almarhum dikenal sebagai pribadi yang berprestasi, rendah hati, serta memiliki semangat kerja sama yang kuat.

Selain unggul secara akademik, ia juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta organisasi kemahasiswaan yang mencerminkan dedikasi tinggi dalam pengabdian.

UGM segera melakukan langkah responsif melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) dan fakultas terkait, dengan menjalin koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta jaringan alumni KAGAMA di Maluku.

Fokus utama saat ini adalah penanganan darurat, dukungan psikologis bagi rekan mahasiswa lainnya, serta pemulangan jenazah korban ke kampung halaman.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang telah membantu dalam proses pencarian dan evakuasi, mulai dari pemerintah daerah, mitra lokal, hingga warga setempat. Bantuan mereka sangat berarti di tengah situasi sulit ini,” tambah Rustamadji.

Pihak kampus juga menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan peserta KKN-PPM. UGM akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan kegiatan lapangan guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#kkn #ugm #kecelakaan #tragedi #maluku #mahasiswa #kapal tenggelam