Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mensos: 1.469 Guru Disiapkan untuk 100 Sekolah Rakyat Rintisan

Hanif PP • Minggu, 6 Juli 2025 | 09:48 WIB
Syaifullah Yusuf
Syaifullah Yusuf

PONTIANAK POST - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf resmi menutup retret kepala sekolah rakyat jilid II di Jakarta kemarin (5/7). Dia memastikan 100 sekolah rakyat rintisan siap berjalan pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Retret kepala sekolah rakyat tahap II tersebut diselenggarakan pada 1–5 Juli 2025. Sebanyak 47 kepala sekolah mengikuti kegiatan itu. Retret serupa berlangsung sebelumnya yang diikuti 53 kepala sekolah rakyat. Mereka terlebih dahulu menjalani seleksi yang cukup ketat, mulai administratif hingga wawancara.

Dalam sambutannya, Saifullah mengingatkan, menjadi kepala sekolah rakyat bukan hanya soal mendidik, melainkan juga memanusiakan manusia. ’’Di pundak para kepala sekolah rakyat ada amanah besar, yaitu memutus kemiskinan antargenerasi, membangun karakter bangsa, dan merawat mimpi anak-anak yang kelak bisa menjadi pemimpin negeri,’’ tegasnya.

Dengan ditutupnya retret itu, menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut makin optimistis 100 sekolah rakyat rintisan bisa diluncurkan 14 Juli mendatang. Seratus sekolah itu akan menampung 9.700 siswa. Saat ini sudah disiapkan 1.469 guru untuk mengajar mereka.

“Para guru ini sudah melalui proses seleksi, dan akan mendapatkan pembekalan sebagaimana yang diberikan kepada para kepala sekolah,” kata Saifullah Yusuf.

 

Simulasi Pembukaan

Sebelum peluncuran resmi, bakal ada simulasi pembukaan sekolah rakyat pada 9 Juli nanti. ’’Insya Allah kami simulasi di dua titik, yakni Handayani dan STPL di Bekasi,’’ kata Saifullah.

Nanti, pembelajaran tak langsung diselenggarakan. Bakal ada matrikulasi dan masa pengenalan atau orientasi bagi guru dan siswa lebih dahulu. Setelah itu baru pembelajaran dimulai.

Pada 7 Juli, siswa menjalani cek kesehatan gratis (CKG). Kemensos menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pelaksanaan CKG tersebut. Setelah itu, giliran para guru menjalani CKG.

Selain siswa, para guru, kepala sekolah, hingga tenaga pendidik Sekolah Rakyat juga akan menempati asrama yang telah disiapkan.

“Meskipun belum semua guru akan langsung tinggal di asrama, nantinya mereka akan bergantian selama 24 jam untuk memastikan pendampingan kepada para siswa berjalan optimal,” kata Mensos.

Baca Juga: BAW Kalahkan Meteor dalam Laga Sengit Pangdam Cup 2025 Kategori Senior Putra

Samuel, salah seorang kepala sekolah rakyat dari Papua, menyatakan bangga bisa ikut berkontribusi dalam program tersebut. Dia menegaskan, pelajaran yang didapat dari retret akan menjadi bekal untuk mendidik anak-anak di sekolah rakyat.

’’Saya lihat, teman-teman memiliki hati dan motivasi yang sama. Saya ingin menjadi kepanjangan tangan Tuhan dan jawaban doa dari setiap keluarga, terutama menjadi berkat bagi keluarga yang tidak mampu,’’ ungkapnya. (mia/dri/ant)

Editor : Hanif
#Retret #guru #Mensos #Sekolah Rakyat #kemenkes #kepala sekolah