Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Cek Kesehatan Gratis untuk Sekolah Dimulai Agustus 2025, Ini Jenis Pemeriksaannya Mulai SD - SMA

Miftahul Khair • Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
Program Cek Kesehatan Gratis dimulai hari ini.
Program Cek Kesehatan Gratis dimulai hari ini.

PONTIANAK POST – Program nasional Cek Kesehatan Gratis resmi digulirkan secara bertahap mulai Agustus 2025.

Dengan cakupan lebih dari 53 juta pelajar di berbagai jenjang, inisiatif ini disebut sebagai salah satu program kesehatan anak terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Program ini menyasar peserta didik dari lebih dari 282 ribu lembaga pendidikan, termasuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Luar Biasa (SLB), pesantren, hingga Sekolah Rakyat.

Seluruh prosedur pemeriksaan mengacu pada standar medis dan pedoman resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, serta dapat ditindaklanjuti oleh fasilitas kesehatan terdekat sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan kesehatan dalam program ini dirancang spesifik berdasarkan jenjang pendidikan dan kebutuhan usia. Berikut rincian pemeriksaannya:

1. Sekolah Dasar (Usia 7–12 Tahun)

Pemeriksaan untuk siswa SD difokuskan pada deteksi dini gangguan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan fisik dasar. Jenis pemeriksaan meliputi:

- Status gizi: Mengukur apakah anak mengalami kekurangan atau kelebihan nutrisi.

- Tekanan darah & kadar gula darah: Mendeteksi risiko gangguan metabolik sejak awal.

- Skrining TBC: Mengidentifikasi infeksi paru yang masih jadi masalah kesehatan nasional.

-Pemeriksaan telinga, mata, dan gigi: Untuk mencegah gangguan fungsi indra dan menjaga kebersihan mulut.

- Kesehatan jiwa: Evaluasi psikologis guna mendeteksi stres atau gangguan mental sejak dini.

- Hepatitis B: Pemeriksaan fungsi hati, terutama bagi siswa yang belum menerima vaksin lengkap.

- Deteksi penggunaan zat adiktif (kelas 5–6): Mendeteksi perilaku berisiko sejak dini.

- Aktivitas fisik dan kesehatan reproduksi (kelas 4–6): Menilai tingkat kebugaran dan pemahaman awal soal reproduksi.

- Riwayat imunisasi dasar (kelas 1): Memastikan kelengkapan vaksinasi anak.

2. Sekolah Menengah Pertama (Usia 13–15 Tahun)

Memasuki masa pubertas, kebutuhan medis menjadi lebih kompleks. Jenis pemeriksaan meliputi:

- Status gizi, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, dan kesehatan mental

- Deteksi penggunaan zat adiktif: Mendeteksi potensi perilaku berisiko.

- Skrining talasemia dan anemia (kelas 7): Mengidentifikasi kelainan darah sejak dini.

- Fungsi hati: Deteksi Hepatitis B dan C.

- Imunisasi HPV (kelas 9): Terutama bagi remaja perempuan sebagai langkah pencegahan kanker serviks.

- Kesehatan reproduksi: Fokus penting untuk remaja usia pubertas.

3. Sekolah Menengah Atas (Usia 16–17 Tahun)

Pemeriksaan pada siswa SMA diarahkan untuk mempersiapkan mereka menuju masa dewasa yang sehat. Jenis pemeriksaan meliputi:

- Status gizi, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, serta kesehatan jiwa

- Deteksi zat adiktif: Mengingat peningkatan risiko di kalangan remaja akhir.

- Skrining talasemia & anemia (khusus kelas 10, terutama remaja putri)

- Fungsi hati: Pemeriksaan Hepatitis B dan C secara menyeluruh.

- Aktivitas fisik dan konseling reproduksi: Untuk mendukung kesiapan menghadapi fase dewasa. (*)

Editor : Miftahul Khair
#cek kesehatan gratis #program