Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dimakamkan Secara Militer, Keluarga Prada Lucky Tuntut Keadilan Dugaan Penganiayaan

Hanif PP • Minggu, 10 Agustus 2025 | 09:53 WIB
MENGANTAR JENAZAH: Ayah Prada Lucky menangis saat mengantar jenazah anaknya jenazah ke dalam ambulans untuk dimakamkan di Kota Kupang, Sabtu (9/8).
MENGANTAR JENAZAH: Ayah Prada Lucky menangis saat mengantar jenazah anaknya jenazah ke dalam ambulans untuk dimakamkan di Kota Kupang, Sabtu (9/8).

PONTIANAK POST - Jenazah Prada Lucky Chepril Saprutra Namo, prajurit TNI yang meninggal diduga akibat penganiayaan seniornya dimakamkan secara militer di TPU Kapadala, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/8). Proses pemakaman diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung sekitar dua jam yang dihadiri oleh ribuan pelayat.

Tangis keluarga menggema usai ibadah pemakaman berlangsung. Ayah dan ibu,  dan keluarga dekat lainnya masih belum menerima kepergian Prada Lucky.

"Mama belum terima nak, mama tidak terima kamu pergi seperti ini," teriak Sepriana Paulina Mirpey, ibu dari almarhum.

Sekitar 30 menit berselang, upacara penyerahan jenazah secara kedinasan pun digelar di depan rumah duka dengan inspektur upacara Kas Brigif Letkol Bayu Sigit Dwi Untoro.  Proses pemakaman yang dilakukan dengan tembakan salvo oleh sejumlah prajurit TNI dari Kodim Kupang dan Brigif Komodo.

Ayah dari almarhum Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo menandaskan, proses hukum terhadap para pelaku penganiayaan tetap harus berjalan.

"Kami ingin ini diungkap seadil-adilnya. Kami ingin para pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Christian Namo sempat kalut dan emosi saat jenazah anaknya tiba di Kupang pada Kamis (7/8) lalu. Dia marah sejadi-jadinya kala itu. Kekesalannya semakin memuncak saat dua RS di Kupang menolak untuk mengautopsi jenazah anaknya.

Dia sempat mengeluarkan kalimat-kalimat yang keras, dan juga menyebut nama Presiden RI Prabowo Subianto untuk meminta keadilan atas anaknya.

Prada Lucky sebelumnya dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit di Nagekeo pada Rabu (6/8) setelah menjalani perawatan selama beberapa hari. Ia diduga telah dianiaya oleh sejumlah seniornya.

 

Prada Lucky Dipukul dan Dicambuk di Barak?

Sepriana Paulina Mirpey, ibu dari almarhum Prada Lucky Namo mengungkapkan anaknya mengaku sempat dipukul bahkan sempat dicambuk oleh sejumlah prajurit di barak TNI.

“…”Mama, saya dipukul”, “saya dicambuk”, saat dia lari ke rumah mama angkatnya di Nagekeo dengan tubuh sudah terluka,” tutur Paulina, Sabtu (9/8).

Menurut Paulina, saat masuk ke dalam rumah ibu angkatnya, Prada Lucky langsung dirawat dan dikompres dengan kunyit panas di sejumlah luka akibat dianiaya.

Dia juga menceritakan, semenjak Prada Lucky pindah ke barak TNI di Nagekeo, anaknya itu selalu mengabari tentang kondisinya dan menceritakan kegiatan mereka. Oleh karena itu, Paulina sempat kaget dan gelisah saat tidak mendapatkan kabar dari anaknya selama dua hari. Dia pun curiga sesuatu telah terjadi pada anaknya.

“Saya lalu berangkat ke sana dan menemukan anak saya dalam keadaan koma,” ucapnya.

Setibanya di Nagekeo, dirinya mendapati anaknya sudah dalam keadaan kritis dan dirawat di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo sejak 2 Agustus 2025. Dia juga menuturkan bahwa beberapa petinggi di barak TNI ikut menganiaya anaknya. Paulina berharap para pelaku dihukum setimpal .

Sebelumnya, Komando Daerah Militer IX/Udayana menyebutkan ada 20 prajurit TNI AD yang diperiksa untuk mengusut kasus ini. "Yang kita terima itu informasi sekitar 20 orang, tetapi dalam kapasitas dimintai keterangan dan itu pun cuma dimintai keterangan," kata Wakil Kepala Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin di Denpasar, Bali.

Amir mengatakan 20 orang yang diperiksa sebagai saksi itu berada dalam satu satuan bersama Prada Lucky bertugas. Dari 20 orang yang diperiksa, ada empat orang yang diamankan Subdenpom Kupang.

Namun, Amir mengatakan status keempat orang tersebut belum diketahui secara pasti. apakah diamankan sebagai terduga pelaku atau dalam kapasitas lain sebab proses investigasi sedang berjalan.(jp/ant)

Editor : Hanif
#Prabowo Subianto #militer #dimakamkan #Prada Lucky #barak #penganiayaan #Barak TNI #tuntut keadilan #keluarga