PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta berbagai aset milik pemerintah dapat dimaksimalkan penggunaannya sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Demikian dikatakannya, Selasa (19/8).
“Pemerintah Pontianak miliki berbagai aset. Mulai dari bangunan, gedung sampai sarana prasarana olahraga. Saya minta ini dapat dipergunakan dengan maksimal. Tujuannya untuk meningkatkan PAD kita. Makanya saya minta OPD sebagai pengelola aset dan OPD yang bertanggung jawab terhadap aset itu mampu memaksimalkan aset yang ada,” katanya.
Gedung-gedung yang dimiliki Pemkot Pontianak bukan hanya PCC saja. Aula-aula di tiap kecamatan dan kantor lurah sebetulnya menjadi potensi untuk mendongkrak PAD. Tinggal kini, bagaimana cara pihak terkait dalam memaksimalkan aset tersebut.
Menurut Satar, masyarakat akan mau menggunakan berbagai fasilitas milik Pemkot, asalkan sesuai dengan spesifikasi yang mereka inginkan. Namun jika keberadaan fasilitas milik Pemkot ini masih banyak kekurangannya, pasti konsumen juga akan berpikir dua kali untuk menggunakannya.
Dia melanjutkan, dalam upaya meningkatkan penggunaan aset milik Pemkot, mereka juga mesti memiliki tim marketing yang baik. Namanya berbasis usaha penyewaan, sudah semestinya memiliki tim marketing yang baik. Tak hanya itu saja, dalam pelayanan kepada masyarakat, juga harus betul-betul diservis sebaik mungkin.
“Jangan ketika konsumen mau sewa, pelayanannya ogah-ogahan. Yang kayak gini tak bisa dipakai,” tegasnya.
Kemudian lanjut dia, pemanfaatan gedung parkir yang di atasnya memiliki kios-kios penyewaan, sejauh ini bagaimana kondisinya. Untungkah, atau justru merugi. Lalu keberadaan pasar lantai dua yang sebagian besar masih belum terisi, sudah semestinya dipikirkan. Sebab jika kelamaan kosong, justru menjadi beban. Terutama untuk biaya listrik dan air bersihnya.
Sarana prasarana olahraga dipandang Satar juga memiliki potensi besar jika dikolaborasikan dengan mitra. Pemkot Pontianak saat ini mesti jeli melihat berbagai peluang pendapatan selain pajak. Contohnya Untan, dipandang dia juga cukup banyak berkolaborasi dengan mitra. Bahkan beberapa lahan mereka digunakan pihak ketiga untuk mendirikan usaha.
“Pemkot Pontianak juga bisa seperti ini. Kuncinya semua diberi akses kemudahan. Mulai dari penyewaan aset, sampai ke pemodal yang mau berinvestasi. Sekarang kita jangan berada di zona nyaman. Terlena dengan pendapatan yang ada sekarang, alhasil bisa stagnan setiap tahun karena tidak ada kenaikan signifikan,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif