Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hercules C-130 Skadron 33 Siap Tampil di HUT TNI Ke-80, Andalan Misi Kemanusiaan

Hanif PP • Rabu, 24 September 2025 | 09:36 WIB

 

SIAP JALANKAN MISI: Komandan Skadron Udara 33 Letkol Pnb A.M Averroes menjalankan misi kemanusiaan mengirim bantuan ke Myanmar pada 31 Maret lalu.
SIAP JALANKAN MISI: Komandan Skadron Udara 33 Letkol Pnb A.M Averroes menjalankan misi kemanusiaan mengirim bantuan ke Myanmar pada 31 Maret lalu.

PONTIANAK POST - Pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter yang melanda Myanmar pada 31 Maret lalu, pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan itu dikirim lewat pesawat C-130 Hercules dari Skadron 33 di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain di Myanmar, pesawat itu kerap digunakan untuk misi kemanusiaan lainnya.

Komandan Skadron Udara 33 Letkol Pnb A.M Averroes mengatakan, satuannya siap mendukung berbagai misi, baik di dalam maupun luar negeri. Pesawat C-130 Hercules menjadi salah satu andalan dalam misi kemanusiaan dan operasi militer selain perang. ”Pesawat Hercules ini salah satu pesawat yang menjadi andalan bagi tidak hanya untuk rakyat Indonesia, tapi juga untuk skala internasional, terutama masalah bansos,” ucapnya saat press tour Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) yang bertajuk Outbond Media Dirgantara di Lanud Sultan Hasanuddin, Senin (22/9).

Skadron 33 merupakan kesatuan baru hasil penggabungan dari Skadron Udara 31 dan 32, yang juga mengoperasikan Hercules. Skadron 33 mulai mengoperasikan pesawat C-130 Hercules sejak 2019. 

Armada itu sebelumnya digunakan oleh Angkatan Udara Australia. Meski tergolong baru, kiprah Skadron 33 sudah menembus kancah internasional.

Salah satu misi kemanusiaan besar yang dijalankan Letkol Averroes bersama timnya adalah pengiriman bantuan ke Myanmar pasca gempa 7,7 skala richter. ”Saat itu, banyak personel yang sedang cuti. Tapi setelah ada panggilan tugas, kami langsung kembali dan dalam waktu kurang dari lima hari kami sudah tiba di Myanmar membawa logistik dan bantuan,” jelasnya.

Menurut dia, pesawat Hercules tak hanya digunakan di dalam negeri saat terjadi bencana, seperti di Palu dan Aceh, tetapi juga kerap dikerahkan untuk operasi kemanusiaan lintas negara. Misalnya di Filipina dan Myanmar.

 

Fitur NVG

Meski sama-sama mengoperasikan Hercules, tiap skadron punya spesialisasi. Skadron 31 mengoperasikan Super Hercules tipe J. Sementara Skadron 32 memiliki pesawat tanker untuk air refueling. ”Skadron 33 memiliki keunggulan dalam kemampuan Night Vision Goggles (NVG), sehingga bisa terbang dalam kondisi tanpa cahaya sama sekali,” terang Averroes.

Kemampuan itu membantu saat timnya bertugas di Bali dalam kondisi gelap total pasca gempa. ”Ketika terjadi gempa yang mengakibatkan tidak ada listrik di sana, kami mampu melaksanakan penerbangan dalam kondisi total gelap 100 persen. Kami dapat melaksanakannya dengan kemampuan NVG tersebut,” lanjut Averroes.

Dia memastikan Skadron 33 akan tampil dalam perayaan HUT TNI ke-80 pada 5 Oktober. Home base Skadron 33 akan berada di Lanud Husein Sastranegara, Bandung. ”Seluruh kekuatan Hercules dan pesawat transport akan tampil di sana,” kata Averroes.(mim/aph)

Editor : Hanif
#luar negeri #Pesawat Hercules C-130 #misi kemanusiaan #HUT TNI ke 80