Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prabowo Tambah Dua Wakil Menteri, Kemenkes dan Kemendagri Diperkuat

Hanif PP • Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:48 WIB
Dony Oskaria, Kepala BP BUMN
Dony Oskaria, Kepala BP BUMN

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto melantik dua wakil menteri (wamen) baru dalam jajaran kabinetnya kemarin (8/10). Dua pejabat baru itu adalah Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan dr Benjamin Paulus SpP yang ditugaskan sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi seusai pelantikan mengatakan, keputusan itu diambil karena besarnya beban kerja di kedua kementerian tersebut. ”Negara kita sangat besar, ada 514 kabupaten dan 38 provinsi. Untuk memastikan pembinaan dan pembangunan di daerah berjalan baik, Presiden menambah satu wamen di Kemendagri,” ucapnya.

Di Kemenkes, kata Hadi, beban kerjanya semakin kompleks, karena juga diminta mengawasi keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). ”Begitu berat tugas di Kemenkes. Karena itu, presiden menambah satu wamen untuk membantu memastikan program-program berjalan baik,” ujarnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin langsung mengajak Benjamin, wamen barunya, ke Kemenkes. ”Dokter Beni (sapaan akrab Benjamin) adalah spesialis paru dan salah satu atensi Bapak Presiden mengenai percepatan penanganan tuberkolosis (TB),” paparnya.

Menurut Budi, TB menjadi ancaman masyarakat. Sebab, ada 134.000 orang meninggal karena penyakit itu. Mendagri Tito Karnavian menyambut baik penambahan wamendagri. Saat ini, Kemendagri punya tiga wamen. ”Jadi saya tinggal bagi tugas saja. Tiga wamen ada yang koordinator bagian barat, tengah, dan timur,” terangnya.

Tiga wamendagri itu, kata Tito, akan keliling di wilayah tugasnya. Mereka harus bisa memotret kondisi di daerah. Misal, soal kemiskinan dan penyebabnya. ”Saya tidak mungkin sempat kalau sendirian,” ucapnya. Menurut Tito, dengan adanya tiga wamendagri itu akan meringankan tugasnya dan dapat melakukan evaluasi secara mendetail.

Lantik Kepala BP BUMN

Selain dua Wamen baru, Presiden Prabowo Subianto juga melantik Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang merupakan transformasi dari Kementerian BUMN dalam upacara pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara Jakarta, di hari yang sama. Pelantikan Dony sebagai Kepala BP BUMN itu ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 109 P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Dalam prosesi itu, yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, Presiden Prabowo memimpin pengambilan sumpah Kepala BP BUMN dan jajaran pejabat negara lainnya yang juga dilantik pada hari ini. Selepas pengambilan sumpah, masing-masing dari pejabat yang baru dilantik itu lanjut menandatangani berita acara pelantikan, bersama Presiden Prabowo. Kemudian, Presiden Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang baru dilantik tersebut, diikuti oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan lembaga negara.

Dalam upacara pelantikan di Istana Negara sore ini, Presiden Prabowo juga melantik Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, Wakil Ketua LPS Farid Azhar Nasution, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi.

Selain itu Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis Ferdinan Dwikoraja Purba, Ex-officio LPS dari Kementerian Keuangan Suminto (Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan), dan Ex-officio LPS dari Bank Indonesia Aida Suwandi Budiman.

Kemudian, Prabowo juga melantik jajaran Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, dan wakil menteri. Pelantikan Dony sebagai Kepala BP BUMN sore ini pun juga mengakhiri tugas Kementerian BUMN yang saat ini resmi bertransformasi sebagai Badan Pengaturan BUMN. Perubahan itu juga sesuai dengan revisi UU BUMN yang telah disetujui oleh DPR RI pada Kamis (2/10). (lyn/aph/ant)

Editor : Hanif
#Lantik #Beban Kerja #Presiden Prabowo #kemenkes #wakil menteri #kemendagri