Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gus Yahya Sebut Rapat Pleno PBNU Manuver, Tegaskan Tetap Ketua Umum Sah

Hanif PP • Rabu, 10 Desember 2025 | 07:11 WIB

 

Gus Yahya
Gus Yahya

PONTIANAK POST - Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menggelar Rapat Pleno terkait pencopotan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Jakarta tadi malam (9/12). Ketua PBNU Bidang Pendidikan Moh. Mukri mengungkapkan, rapat pleno itu menjadi langkah lanjutan dalam menata proses organisasi sesuai amanat Syuriah.

Mukri menambahkan, rapat pleno itu forum konstitusional yang memiliki peran penting dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan organisasi berjalan sesuai aturan dan tata kelola jam’iyyah. Selain itu, dia kembali menegaskan posisi PBNU terkait dinamika kepemimpinan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Menurutnya, keputusan Syuriah PBNU untuk memberhentikan Yahya Cholil Staquf dari jabatan ketua umum (Ketum) merupakan keputusan final dan mengikat. Karenanya, salah satu agenda pleno ini terkait penunjukan penanggung jawab (pj) ketum sementara.

“Salah satu agenda pleno kali ini adalah penetapan Pj Ketua Umum PBNU pengganti Gus Yahya,” ujarnya.

Sampai berita ini selesai ditulis pukul 19.30 tadi malam, pleno belum dimulai. Sementara itu, terpisah, Gus Yahya memastikan tidak menghadiri rapat pleno tersebut.

"Ya buat apa, enggak ada konteks," kata Gus Yahya di Kantor PBNU seperti dikutip dari Antara kemarin.

Gus Yahya menjelaskan, agenda pleno tersebut bukan bagian dari mekanisme resmi organisasi, tapi merupakan manuver untuk menjatuhkan dirinya.

Ia menekankan bahwa dirinya masih Ketua Umum PBNU yang sah. "Itu kan manuver, seperti saya bilang sejak awal bahwa secara de jure maupun de facto, saya masih tetap dalam kedudukan saya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU," kata dia.

 

Penyerahan Donasi

Menurut Mukri, seluruh proses pleno dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai keulamaan, kehati-hatian, serta tata tertib organisasi. Selain soal penetapan Penjabat (Pj) Ketum PBNU, rapat pleno ini juga diagendakan untuk menggelar doa bersama serta penyerahan donasi untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Doa bersama ini diikuti oleh seluruh peserta dan dipimpin para kiai sepuh yang hadir di rapat pleno.

Doa dan donasi ini disebutnya sebagai bentuk kepedulian PBNU terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. "Doa bersama dan donasi ini adalah upaya PBNU untuk turut mendoakan agar bencana di Sumatera segera tertangani. Santunan yang diberikan diharapkan bisa meringankan beban para korban," katanya.

Ditemui terpisah, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf kembali mengimbau semua pihak untuk tenang dan menunggu hasil dari pleno. Dirinya pun menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai organisasi pada para kiai.

Dia memastikan tidak akan menjadi ketum. "Kalau saya sudah pasti enggak, jangan berspekulasi, kan sudah bilang enggak pantas, bukan potongannya (jadi ketum, red)," katanya lantas terbahak. (mia/ttg)

Editor : Hanif
#gus yahya #PBNU #rapat pleno #manuver #Ketua Umum