PONTIANAK POST – Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dikerjakan di setiap pertengahan bulan hijriyah, yaitu tanggal 13, 14, 15 pada setiap bulan. Baik bulan tersebut bulan naqish atau bulan kamil.
Puasa ayyamul bidh hukumnya adalah sunnah muakad artinya sunnah yang dianjurkan dilakukan di setiap bulan. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw, yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i.
“Telah mengabarkan kepada kami, Amr Bin yazid dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurahman dia berkata: telah menceritakan pada kami Syu’bah dari Al Amasy dia berkata: aku mendengar Yahya bin Syam dari Musa bin Talhah dari Abu Dzar dia berkata: Rasulullah memerintahkan kami agar berpuasa tiga hari bidh dalam sebulan, yaitu tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.”
Baca Juga: Jadwal Lengkap Puasa Ayyamul Bidh Rajab/Januari 2026, Ini Versi NU dan Kemenag
Awal Mula Puasa Ayyamul Bidh
Mengutip buku Fiqh Puasa, tulisan M. Hasyim Ritonga, ayyamul bidh adalah terkait dengan kisah Nabi Adam ketika diturunkan ke bumi, matahari membakarnya sehingga tubuh menjadi hitam.
Setelah itu, Allah Swt. Mewahyukan kepada Nabi Adam untuk melakukan puasa ayyamul bidh.
“Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh).”
Dengan demikian, Nabi Adam pun berpuasa pada hari pertama, seketika sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih.
Ketika melakukan puasa pada hari kedua sepertiga anggota tubuh lain menjadi putih. Pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.
Walhasil Nabi Adam melakukan puasa tersebut pada tanggal 13, 14, dan 15 dan sebagian ulama mengatakan dimulai pada tanggal 12, 13, dan 14.
Perbedaan Pendapat Tentang Penamaan Ayyamul Bidh
Dalam buku Fiqh Puasa disebutkan pula perbedaan pendapat mengenai penamaan ayyamul bidh.
Dengan mengutip kitab Umdatul Qari Syarah Shahih Bukhari, M. Hasyim menerangkan begini.
“Dinamakan ayyamul bidh dikarenakan malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat menjadi putih (terang).”
Manfaat Puasa Ayyamul Bidh
Mengamalkan puasa ayyamul bidh dapat memberikan manfaat bagi diri kita. Merujuk pada kitab Fawaidul Mukhtarah li Salik Thariq al-Akhirah, Habib Ali bin Hasan Baharun menyebutkan manfaat puasa bidh.
“Termasuk manfaatnya adalah obat untuk penyakit kejiwaan seperti penyakit galau dan waswas.”
Wallahu a’lam. (*)
Editor : Miftahul Khair