Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Survei Kemenag: Banyak Guru PAI Belum Fasih Membaca Al-Qur’an

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 7 Januari 2026 | 15:04 WIB
Sejumlah santri membaca Al Quran di Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.
Sejumlah santri membaca Al Quran di Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat.

PONTIANAK POST - Kementrian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) melakukan survei indeks pendidikan agama di sekolah.

Merujuk pada laman Kemenag RI, survei ini dilakukan pada 30 Desember 2025 lalu dengan melibatkan antara beberapa pihak.

Direktorat PAI bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Pustrajak Penda) pada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) serta Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta.

Baca Juga: Tadarus Akbar di Masjid Jami' Sultan Nata Sintang: Mempererat Silaturahmi dan Cinta Al-Quran

Indeks Pendidikan Agama Islam

Mengutip pernyataan Direktur PAI Kemenag, M Munir, katanya, asesmen Indeks Pendidikan Agama Islam Tahun 2025 difokuskan pada jenjang sekolah dasar (SD).

Jenjang ini dipilih atas dasar pertimbangan bahwa SD merupakan fase pendidikan paling dasar dan fondasi dalam membangun literasi keagamaan.

Serta pemahaman ajaran pokok, sikap sosial, serta kebiasaan ibadah peserta didik.

Menurutnya, rangkaian kegiatan seluruhnya dilakukan secara nasional sepanjang 2025. Prinsip yang dijunjung adalah validitas, reliabilitas, dan akuntabilitas data.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Ajak Umat Islam Perbanyak Baca Al-Quran di Nuzulul Quran: 'Tak Hanya Saat Ramadan

Hasil Survei Kemampuan Membaca Al-Qur'an

Pada laman Kemenag RI disebut, Direktur PAI Munir menyebut hasil asesmen terhadap para guru.

"160.143 guru PAI di seluruh Indonesia menunjukkan pemahaman ajaran dasar agama sebesar 62,34, pengamalan ibadah pokok sebesar 85,96, pengamalan ibadah sosial sebesar 88,68, sikap sosial sebesar 82,80, serta sikap terhadap lingkungan (hidup, budaya, dan negara) sebesar 88,78," kata dia.

"Kemampuan membaca Al Quran guru diuji melalui perekaman langsung dan dinilai oleh pakar dari PTIQ. "Hasilnya, kategori membaca mahir tercatat 11,35 persen, kategori menengah 30,39 persen, dan kategori dasar 58,26 persen, dengan rata-rata nasional 57,17 persen," sebutnya.

Menurut Munir, keberhasilan pendidikan agama di sekolah tidak cukup diukur melalui indikator keberagamaan sosial semata.

Menurutnya lebih dari itu, harus dilihat dari capaian pembelajaran peserta didik dan kompetensi guru. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kemenag #guru pai #survei #pendidikan agama islam #sekolah dasar