Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Swasembada Beras Tercapai, Mentan Amran Soroti Hilirisasi sebagai Kunci Kekuatan Global

Hanif PP • Senin, 12 Januari 2026 | 11:24 WIB
PAPARKAN: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan capaian swasembada beras dan strategi hilirisasi komoditas pertanian dalam pertemuan hangat bersama pimpinan Jawa Pos Group di kediaman priba
PAPARKAN: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan capaian swasembada beras dan strategi hilirisasi komoditas pertanian dalam pertemuan hangat bersama pimpinan Jawa Pos Group di kediaman priba

PONTIANAK POST - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bagaimana dampak swasembada beras dan hilirisasi tiga komoditas pertanian akan mengubah peta perdagangan global. Juga, menjadi kunci besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai kekuatan besar dunia.

"Target swasembada pangan yang awalnya dipatok empat tahun oleh Presiden Prabowo Subianto terus dipercepat setelah melihat langsung kinerja dan perubahan besar di sektor pertanian," terang Amran dalam diskusi dengan pimpinan Jawa Pos Group di Jakarta kemarin (11/1).

Dari yang awalnya target swasembada empat tahun, dalam dua minggu diubah menjadi tiga tahun. Lalu, dalam 45 hari pemerintahan, Presiden Prabowo menargetkan satu tahun.

"Alhamdulillah tercapai, tapi kerjanya tidak ada hari libur," jelasnya, lantas tertawa.

Perubahan Total

Menurutnya, percepatan itu hanya bisa dicapai dengan perubahan total, mulai dari tata kelola, mental kerja, hingga pemberantasan korupsi dan mafia pangan. “Semua harus berubah. Tidak boleh ada korupsi, tidak boleh ada mafia. Target jelas, kalau tidak tercapai mundur. Kalau tidak mampu mencapai target, ya jadi target,” tegasnya.

Amran menambahkan, transformasi dalam pertanian mutlak dilakukan, dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Salah satu kunci awalnya adalah efisiensi anggaran.

Kementan melakukan efisiensi anggaran Rp 1,7 triliun. Dari anggaran perjalanan dinas, seminar, dan lainnya. "Semua dihapus, tidak ada lagi seminar. Anggaran berhasil ditekan hingga menghasilkan nilai manfaat Rp 17,89 triliun, disertai peningkatan produksi beras sebesar 1,49 juta ton," ujarnya.

Kini hasilnya, produksi beras naik 4,09 juta ton. Keberhasilan swasembada itu langsung berdampak global. Indonesia menghentikan impor beras yang sebelumnya bernilai sekitar Rp 100 triliun. Namun, lanjut Amran, swasembada hanyalah pintu masuk. Kunci sesungguhnya adalah hilirisasi. Dia menyoroti tiga komoditas yang bila dihilirisasi, mampu “mengguncang dunia”.

Pertama, beras. Berhentinya impor Indonesia membuat pasar global terguncang dan memukul negara-negara eksportir besar seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, dan India. Kedua, kelapa. Harga kelapa mentah di tingkat petani sekitar Rp 1.350 per kilogram, namun bisa melonjak menjadi Rp 18.000 setelah diolah.

Ketiga, gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen pasar ekspor gambir dunia. Namun, selama ini, komoditas tersebut diolah di India sebelum diekspor kembali dalam bentuk produk jadi.

“Kalau hilirisasi kita lakukan di dalam negeri, nilai tambahnya luar biasa,” ujarnya. (idr/ttg)

Editor : Hanif
#mentan amran #Swasembada Beras #hilirisasi #kekuatan global