Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kepala Bappenas Ungkap Prioritaskan MBG Ketimbang Lapangan Kerja, Ini Alasannya

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 30 Januari 2026 | 15:15 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

PONTIANAK POST - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tingkat urgensi lebih tinggi dibandingkan upaya penciptaan lapangan kerja.

Melansir Jawa Pos, penegasan itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan terkait prioritas pemerintah dalam menjalankan Program MBG.

“Pada waktu saya ditanya mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting sekali? Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja?” kata Rachmat Pambudy dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Kawasan SCBD Jakarta, Kamis (29/1).

“Saya mengatakan MBG lebih mendesak, daripada lapangan kerja. Tetapi dikatakan katanya, MBG lebih penting daripada (memberi) lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting. Tetapi MBG lebih mendesak,” tambahnya.

Kemudian, Rachmat menegaskan bahwa pendekatan “memberi kail, bukan ikan” tidak selalu tepat ketika masyarakat berada dalam situasi darurat.

Menurutnya, di sejumlah wilayah pelosok desa masih banyak warga yang menghadapi kelaparan, sehingga negara perlu hadir melalui intervensi langsung.

“Ada yang bilang tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati. Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita. Mereka lapar, mereka kelaparan,” terang Rachmat.

Saat mendampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, Rachmat mendapati fakta memprihatinkan, yakni masih banyak anak usia SMP dan SMA yang belum mampu membaca dan menulis.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi cerminan bahwa persoalan gizi serta pemenuhan kebutuhan dasar masih merupakan tantangan mendesak yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat anak-anak kita SMP, SMA, tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#lapangan kerja #bappenas #Rachmat Pambudy #alasan #Makan Bergizi Gratis