Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Harmoni Angklung Antar Generasi, Nenek 83 Tahun Juara PASH

Ashri Isnaini • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:21 WIB
Para pemain angklung dari grup Gita Pundarika NSI, tampil kompak dalam ajang Pasanggiri Angklung Satu Hati 2026, mempersembahkan harmonisasi yang memikat.
Para pemain angklung dari grup Gita Pundarika NSI, tampil kompak dalam ajang Pasanggiri Angklung Satu Hati 2026, mempersembahkan harmonisasi yang memikat.

PONTIANAK POST — Merrywati Peruba (83) berhasil meraih juara pertama kategori umum dalam ajang Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) 2026 yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM), setelah bersaing dengan sekitar 1.700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Merrywati yang telah aktif bermain angklung sejak 1979 tampil bersama grup Gita Pundarika NSI yang beranggotakan 40 pemain, dengan rata-rata usia di atas 50 tahun. Membawakan lagu Donau Wellen, tim asal DKI Jakarta tersebut berhasil memikat perhatian dewan juri melalui harmonisasi permainan dan kekompakan tim.

“Bermain angklung menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya ingat, memberikan kenyamanan, dan perasaan bahagia. Dari angklung kita belajar pentingnya kerja sama untuk menghasilkan melodi yang indah,” ujar Merrywati di sela-sela kompetisi, pekan lalu.

Final PASH 2026 digelar pada Kamis, 5 Februari 2026. Selain menetapkan pemenang kategori umum, AHM juga memberikan apresiasi kepada para pemenang dari tiga kategori pelajar, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Para pemenang tersebut berhasil menyisihkan ribuan peserta yang berasal dari 21 kabupaten dan kota di Tanah Air.

Di luar kategori utama, AHM juga menetapkan dua tim angklung terfavorit berdasarkan penilaian netizen melalui media sosial. Selama kompetisi berlangsung, para peserta menampilkan kreativitas dengan membawakan beragam genre musik, mulai dari lagu daerah, lagu anak-anak, hingga musik tema film.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan ajang PASH membuktikan bahwa angklung mampu beradaptasi dengan berbagai jenis musik tanpa kehilangan nilai budayanya.

“Teknik permainan, kreativitas aransemen, serta estetika penampilan menjadi poin utama dalam penilaian. Ini menunjukkan angklung tetap relevan dan mampu menjadi media komunikasi lintas generasi,” ucapnya.

Muhibbuddin menambahkan, angklung tidak hanya memiliki nilai sejarah sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, tetapi juga mengajarkan nilai konsistensi, daya juang, dan kerja sama tim.

“PASH menjadi wadah bagi pecinta angklung di Indonesia untuk mengeksplorasi kemampuan bermusik tradisional dengan cara yang kekinian dan menyenangkan,” katanya.

Selain sebagai ajang kompetisi, PASH juga diisi dengan kegiatan edukasi melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI). Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai seni dan teknik angklung, olah vokal, digitalisasi alat musik tradisional, serta strategi pembuatan konten media sosial.

Salah satu peserta, Elsa, guru SDN Sunter Agung 13 Pagi Jakarta yang menjadi pemenang kategori SD, mengaku bangga dapat terlibat dalam ajang tersebut.
“Melestarikan alat musik tradisional menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Melalui PASH, kami mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi untuk menumbuhkan kecintaan budaya kepada peserta didik,” ujarnya.

Melalui PASH 2026, AHM berharap angklung sebagai alat musik tradisional berbahan bambu yang ramah lingkungan terus hidup, berkembang, dan relevan di tengah generasi muda sebagai simbol harmoni, kolaborasi, dan kebanggaan budaya bangsa. (ash)

Editor : Hanif
#simbol harmonisasi #kompetensi #angklung #PASH 2026 #Merrywati #lintas generasi #musik