PONTIANAK POST – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan karyawan koperasi desa (kopdes) Merah Putih direkrut dari warga setempat, bukan melalui mekanisme terpusat seperti perekrutan manajer.
“Nanti dari desa juga. Pengurus koperasi yang sudah ada diberi kesempatan menjadi karyawan di kopdes Merah Putih,” ujar Ferry usai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Senin (20/4).
Selain pengurus dan warga desa, pemerintah juga membuka peluang bagi penerima bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH), untuk bekerja di koperasi. “Penerima manfaat bisa menjadi kasir, sekuriti, sopir, dan pekerjaan lainnya. Intinya melibatkan masyarakat desa,” katanya.
Ferry menegaskan, rekrutmen tenaga pendukung seperti kasir dan sopir akan dilakukan oleh masing-masing desa.
Senada, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut seluruh tenaga kerja pendukung wajib berasal dari desa setempat. Warga luar desa tidak diperkenankan ikut serta.
Agrinas mendapat mandat membangun fisik kopdes Merah Putih sekaligus mengelola operasional selama dua tahun awal sebelum diserahkan kepada pengurus koperasi. “Rekrutmen dilakukan melalui kepala desa dan sekretaris desa,” jelas Joao.
Ia menambahkan, setiap koperasi desa akan memiliki sekitar 17 karyawan di luar manajer. Dengan skema ini, pemerintah memperkirakan sekitar 1,56 juta warga desa berpeluang memperoleh pekerjaan baru melalui program kopdes Merah Putih. (ant)
Editor : Hanif