Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kenaikan Harga Solar Picu Pengemudi Diesel Lebih Hemat, Perawatan Kendaraan dan Gaya Berkendara Jadi Penentu Utama Efisiensi BBM

Basilius Andreas Gas • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:42 WIB
Pengguna kendaraan antre untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU Pertamina . (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Pengguna kendaraan antre untuk mengisi bahan bakar minyak di SPBU Pertamina . (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

PONTIANAK POST- Kenaikan harga bahan bakar minyak, khususnya solar, mendorong pengguna kendaraan bermesin diesel untuk lebih cermat dalam mengelola konsumsi BBM agar tetap efisien.

Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan efisiensi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan serta kebiasaan pengemudi saat berkendara.

Baca Juga: CNG Pengganti LPG 3 KG Masuk Tahap Uji Coba, Bahlil: Harga Lebih Murah 30 Persen

"Jika selama ini kendaraan sudah dipelihara dengan baik dan benar, tentu tidak lagi banyak hal yang perlu diperhatikan," ujar lulusan teknik mesin Universitas Trisakti itu saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan pemilik kendaraan cukup merujuk pada buku servis untuk mengetahui jadwal perawatan berdasarkan kilometer tempuh. "Tinggal membuka buku servis di posisi km berapa kendaraan ada sekarang, perhatikan poin-poin pemeliharaan mesin, hal mana yang belum dikerjakan, itulah yang menjadi pokok perhatian," katanya.

Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Hitam Tanda Berkarakter Serius dan Tangguh, Ini Penjelasan Sainsnya

Selain perawatan mesin, faktor teknis lain seperti tekanan angin pada ban turut berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Bebin mengingatkan agar tekanan ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

"Jangan lupa tekanan angin ban disesuaikan dengan petunjuk, yang sudah mengubah velg dan ukuran ban demi gaul perlu dipertimbangkan untuk kembali ke standar kendaraan," ujarnya.

Menurut dia, penggunaan ban yang tidak sesuai spesifikasi dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar sekaligus menurunkan performa pengereman. "Ban dengan ukuran di atas standar (pabrikan) membuat boros BBM, daya pengereman turun. Tekanan ban di bawah standar memboroskan BBM," katanya.

Baca Juga: Legenda MotoGP Ungkap Pedro Acosta Sedang Belajar jadi Superstar Balap Motor, Sebut Marquez Mesti Waspada Tahun Depan

Lebih lanjut, gaya berkendara juga berperan penting dalam menentukan efisiensi bahan bakar. Pengemudi disarankan menghindari cara mengemudi yang agresif dan emosional.

"Yang sering dilupakan gaya mengemudi sangat menentukan boros tidaknya kendaraan. Hindari gaya agresif dan emosional mengemudi. Ingat setiap tetes BBM saat ini sangat mahal," katanya.

Ia menegaskan bahwa kombinasi antara perawatan rutin, penggunaan komponen sesuai standar, serta penerapan gaya berkendara yang tepat dapat membantu menekan konsumsi BBM kendaraan diesel.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga sejumlah jenis BBM yang berlaku mulai 4 Mei 2026 di beberapa wilayah. Di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada produk solar Dex Series, di mana Dexlite (CN 51) naik menjadi Rp26.000 per liter dari Rp23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) meningkat dari Rp23.900 per liter menjadi Rp27.900 per liter. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#kenaikan harga #bahan bakar minyak #diesel #Konsumsi BBM #kendaraan