Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Dexlite dan Pertamina Dex Turun Mulai 1 Juni 2026, Avtur Nasional Ikut Dipangkas hingga 10 Persen

Basilius Andreas Gas • Senin, 1 Juni 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi - Mobil tangki PT Pertamina Patra Niaga mengisi bahan bakar avtur ke pesawat udara. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)
Ilustrasi - Mobil tangki PT Pertamina Patra Niaga mengisi bahan bakar avtur ke pesawat udara. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)

PONTIANAK POST- PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar serta memangkas harga avtur hingga 10 persen yang berlaku mulai 1 Juni 2026.

Berdasarkan laman resmi Pertamina yang dikutip dari Jakarta, Minggu (31/5), perusahaan tersebut melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM.

Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite (CN 51) turun dari Rp26.000 per liter pada Mei 2026 menjadi Rp23.000 per liter mulai 1 Juni 2026. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp27.900 per liter menjadi Rp24.800 per liter.

Namun, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp19.900 per liter menjadi Rp20.750 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax (RON 92) tetap berada di level Rp12.300 per liter. Harga Pertamax Green (RON 95) juga masih bertahan di angka Rp12.900 per liter sejak Maret 2026.

Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020.

Regulasi tersebut mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.

Harga Avtur Turun di Seluruh Bandar Udara Indonesia

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga juga menurunkan harga avtur di seluruh bandar udara Indonesia mulai 1 Juni 2026.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan penurunan harga avtur dilakukan seiring dinamika harga energi global dalam beberapa waktu terakhir.

"Dalam rangka mendukung konektivitas udara nasional, menjaga daya saing industri penerbangan, serta memastikan keberlanjutan penyediaan energi sektor transportasi udara, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga avtur domestik yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026," ujarnya.

Menurut dia, secara rata-rata nasional harga avtur pada Juni 2026 turun hingga 10 persen dibandingkan periode Mei 2026.

Sebagai contoh, harga avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta (CGK) turun dari Rp24.580 per liter menjadi Rp22.190 per liter.

Harga avtur di AFT Ngurah Rai (DPS) turun dari Rp26.190 per liter menjadi Rp23.480 per liter, sedangkan di AFT Kualanamu (KNO) turun dari Rp25.720 per liter menjadi Rp23.090 per liter.

"Besaran penurunan di setiap bandara bervariasi sesuai formula yang berlaku serta mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik," sebutnya.

Roberth mengatakan penyesuaian harga avtur dilakukan secara berkala setiap bulan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Perhitungannya mengacu pada rata-rata harga publikasi internasional dalam satu periode dengan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai benchmark kawasan.

Sepanjang Mei 2026, harga energi global menunjukkan tren penurunan yang kemudian terefleksikan pada harga avtur periode Juni 2026.

Roberth mengatakan penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang transparan dan mengikuti dinamika pasar energi global.

Penyesuaian harga avtur dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan Kementerian ESDM serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global.

"Ketika harga energi global bergerak turun, maka penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga avtur sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keseimbangan antara aspek komersial, keberlanjutan pasokan, dan keandalan layanan kepada seluruh pengguna jasa aviasi.

"Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Dengan harga yang lebih kompetitif, industri penerbangan diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Untuk segmen penerbangan internasional, harga avtur mengikuti perkembangan pasar dan tingkat kompetisi di kawasan regional dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan penerbangan domestik sebagai prioritas dalam pengelolaan pasokan energi penerbangan.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga melayani kebutuhan avtur nasional melalui 72 aviation fuel terminal (AFT) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk bandara utama strategis dan bandara perintis.

"Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan aviation fuel terminal guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional," sebut Roberth.

Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional. (*)

Editor : Basilius Andreas Gas
#dexlite #pertamina dex #Pertamina #bbm subsidi #avtur