PONTIANAK POST – Isu mengenai pengunduran diri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Purbaya.
Saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (5/6), Purbaya menegaskan dirinya tidak memiliki rencana meninggalkan jabatannya.
"Saya diisukan mundur? Enggak, malah maju," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Jumat (5/6).
Usai menyampaikan pernyataan tersebut, Purbaya bahkan berdiri dari kursinya dan memperagakan langkah maju sebagai bentuk penegasan atas ucapannya.
"Saya enggak tahu isunya dari mana itu, tapi saya itu enggak suka mundur, malah sukanya maju," tegasnya sambil tertawa.
Istana Tegaskan Tak Ada Pergantian Menkeu
Sebelum klarifikasi dari Purbaya, berbagai spekulasi beredar terkait kemungkinan pergantian Menteri Keuangan. Nama mantan Menkeu Chatib Basri sempat disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.
Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga ikut dikaitkan dalam rumor yang berkembang di ruang publik.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Guyur Rp2 Triliun per Hari untuk Stabilisasi Pasar
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tidak ada pengajuan pengunduran diri dari Purbaya.
"Loh, dari mana itu? Nggak ada, ngga ada," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Prasetyo juga menepis isu perombakan kabinet yang disebut-sebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Reshuffle? belum ada, belum ada reshuffle," tegasnya.
Pernah Jadi Sasaran Kritik Mahasiswa
Jika menilik ke belakang, nama Purbaya memang pernah menjadi perhatian publik setelah mendapat kritik dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI).
Dalam aksi damai yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada 9 September 2025, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar pemerintah dan DPR menindaklanjuti sejumlah aspirasi rakyat yang mereka sebut sebagai tuntutan 17+8.
Pada aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti komentar Purbaya yang saat itu baru menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
Sebelumnya, Purbaya menanggapi tuntutan masyarakat dengan pernyataan yang memicu polemik.
"Saya belum mempelajari itu, saya basically begini, itu kan suara sebagian rakyat kecil kita," kata Menkeu Purbaya pada 8 September 2025.
Pernyataan tersebut mendapat respons dari mahasiswa. Kepala Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, menilai ucapan tersebut mengecewakan publik.
"Baru 1 hari dia (Purbaya) menjabat sebagai menteri dia sudah langsung menyatakan pernyataan yang luar biasanya mengecewakan," kata Diallo saat aksi tersebut.
Rumor Muncul di Tengah Tekanan Pasar
Isu mengenai posisi Purbaya kembali mencuat di tengah kondisi pasar keuangan domestik yang sedang menghadapi tekanan.
Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah dilaporkan melemah hingga berada di atas level Rp18.000 per dolar AS. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga disebut mengalami pelemahan.
Meski demikian, baik pihak Kementerian Keuangan maupun Istana Kepresidenan telah menegaskan bahwa kabar pengunduran diri Menkeu Purbaya tidak benar dan hingga kini tidak ada agenda reshuffle kabinet yang direncanakan pemerintah. (*)
Editor : Miftahul Khair